Jumat, Mei 1, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Menenun Simfoni Kedamaian di May Day 2026

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di ufuk fajar Jumat, 1 Mei 2026, ketika gelombang aspirasi mulai memadati jalanan Medan Utara, sebuah komitmen besar ditegakkan. Bukan dengan barikade yang kaku, melainkan melalui pengawalan yang presisi dan penuh empati. Polres Pelabuhan Belawan hadir, memastikan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bukan sekadar aksi massa, melainkan sebuah manifestasi demokrasi yang bermartabat.

​Di bawah komando Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., institusi ini menunjukkan kelasnya dalam mengelola dinamika sosial. Kepolisian bukan lagi sekadar penjaga garis batas, melainkan mitra strategis yang menjamin setiap derap langkah buruh menuju Pardede Hall Medan berlangsung dalam koridor keamanan yang paripurna.

​Mewakili Kapolres, Kabag Ops Kompol Jan Piter Napitupulu, SH., MH., memimpin orkestrasi pengamanan ini dengan visi yang jelas: Keamanan tanpa kegaduhan. Personel-personel terbaik disebar di titik-titik nadi transportasi, memastikan arus massa mengalir layaknya aliran air yang tertib, tanpa menyumbat denyut ekonomi masyarakat lainnya.

​”Kami hadir untuk melayani. Fokus utama kami adalah menjadi jembatan keamanan bagi saudara-saudara buruh yang bergerak dari wilayah hukum kami menuju jantung Kota Medan. Keamanan mereka adalah prioritas, dan ketertiban umum adalah janji kami,”tegas Kompol Jan Piter Napitupulu dengan nada penuh wibawa.

​Kekuatan pengamanan kali ini tidak terletak pada ketegasan fisik, melainkan pada keanggunan pendekatan. Polres Pelabuhan Belawan mengedepankan komunikasi persuasif yang menyentuh sisi humanis para peserta aksi. Di lapangan, terlihat dialog-dialog hangat antara petugas dan koordinator buruh sebuah pemandangan yang menyejukkan di tengah suhu politik jalanan.

​Akselerasi Pengawalan: Memastikan iring-iringan buruh tetap dalam koridor waktu dan jalur yang telah disepakati. Deteksi dini dan mitigasi risiko guna menjaga kondusivitas wilayah hukum dari intervensi pihak luar. Membangun narasi bahwa buruh dan polisi adalah elemen bangsa yang saling menguatkan.

​Bagi Polres Pelabuhan Belawan, May Day 2026 adalah panggung pembuktian bahwa kebebasan berpendapat dan stabilitas keamanan dapat berjalan beriringan dalam harmoni yang indah. Kedamaian yang tercipta hari ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi hubungan industrial yang lebih sehat di masa depan.

​”Kami ingin momentum ini menjadi simbol eratnya kebersamaan antara kaum buruh, pemerintah, dan aparat. Saat semua elemen bergerak dalam satu frekuensi ketertiban, maka kesejahteraan bersama bukan lagi sekadar impian,”pungkas Kompol Jan Piter.

​Hingga matahari meninggi, wilayah Belawan tetap teduh. Massa bergerak dengan tertib, masyarakat beraktivitas dengan tenang, dan marwah institusi kepolisian terjaga dalam bingkai pelayanan yang elegan. Inilah wajah demokrasi Indonesia: berani bersuara, namun tetap santun dalam menjaga kedamaian bangsa. (Liputan: Nelson Siregar)

Read more

Local News