Sabtu, Mei 2, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Manifestasi Profesionalisme Polres Pelabuhan Belawan dalam Sispamkota 2026

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

Belawan | suaraburuhnasional.com – Keamanan adalah napas bagi nadi ekonomi dan ketenteraman sosial. Di bawah langit Belawan yang strategis, Polres Pelabuhan Belawan menegaskan komitmennya sebagai pelindung peradaban melalui perhelatan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) 2026, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di pelataran Mako Polres Pelabuhan Belawan ini bukan sekadar simulasi teknis, melainkan sebuah simfoni kesiapsiagaan yang memadukan kekuatan taktis, kecerdasan strategi, dan solidaritas antar-institusi.

Mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., Wakapolres Kompol Dedy Dharma, SH., berdiri sebagai dirigen dalam latihan kolosal ini. Dalam orasinya yang menggugah, beliau menekankan bahwa profesionalisme Polri lahir dari latihan yang tidak mengenal kompromi.

“Sispamkota adalah kristalisasi dari kesiapan kita. Kita tidak hanya melatih fisik, tetapi menyatukan pola pikir dan pola tindak. Di tengah ketidakpastian situasi, presisi adalah harga mati agar keamanan masyarakat tetap kokoh berdiri,” ujar Kompol Dedy Dharma dengan penuh wibawa.

Simulasi ini dirancang secara detail untuk menghadapi spektrum ancaman kontinjensi mulai dari riak-riak sosial skala kecil hingga eskalasi tinggi yang memerlukan tindakan luar biasa. Setiap personel dididik untuk menjadi pribadi yang dingin dalam berpikir namun cekatan dalam bertindak.

Aspek-aspek fundamental yang diperagakan meliputi: Negosiasi Humanis: Mengutamakan pendekatan persuasif sebagai garda terdepan solusi. Ketangkasan Operasional: Respons cepat dalam menetralisir gangguan tanpa mengesampingkan hak asasi manusia. Sinkronisasi Lintas Matra: Memperkuat rantai komando antara Polri, TNI, dan pemangku kepentingan sipil.

Kehadiran jajaran elit menunjukkan bahwa pengamanan Belawan adalah proyek besar lintas sektoral. Hadir menyaksikan simulasi ini, para Danramil dari Medan Deli, Hamparan Perak, hingga Medan Barat, serta unsur Sathantai Marinir.

Sinergi ini semakin lengkap dengan dukungan dari pihak Pelindo Regional 1 dan para Camat di wilayah Medan Utara. Kehadiran mereka adalah simbol bahwa kedaulatan keamanan di wilayah pelabuhan adalah hasil dari rajutan kerja sama yang harmonis dan tak terputus.

Janji Setia pada Ketenteraman Publik

Ekspektasi akhir dari Sispamkota 2026 adalah lahirnya rasa aman yang nyata di tengah masyarakat. Polres Pelabuhan Belawan menyadari bahwa di balik setiap aktivitas pasar, keberangkatan kapal, dan istirahatnya warga, ada tanggung jawab besar yang dipikul di pundak setiap personel.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur. Kami ingin memastikan bahwa hukum tetap tegak dan kedamaian masyarakat tetap terjaga di atas segalanya,”tutup Kompol Dedy Dharma mengakhiri sesi latihan dengan tegas. (Liputan: Nelson Siregar/Hms)

Read more

Local News