Labuhan | suaraburuhnasional.cpm – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli menjadi saksi penting terjadinya sebuah pertemuan tingkat tinggi yang mempertemukan pemikiran dari tiga sektor krusial: regulasi, hukum, dan ekonomi. Dalam suasana yang sarat akan esensi kekeluargaan namun tetap profesional.
Kepala Rutan Labuhan Deli, Eddy Junaedi, A.Md.IP., S.Sos., M.Si., menerima kunjungan kehormatan dari dua tokoh berpengaruh Sumatera Utara bertempat di jln Titi Pahlawan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan, pada Rabu (28/5/2026).
Hadir dalam rilis pertemuan tersebut, Hendra Sirait, S.H., M.H., seorang Praktisi Hukum berintegritas tinggi asal Medan Labuhan, didampingi oleh Rajamin Sirait, salah satu pengusaha visioner dan tokoh makro-ekonomi terkemuka di Sumatera Utara.
Berdasarkan dokumentasi resmi pada file image.png, pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Karutan ini merefleksikan dialog yang sangat dinamis, elegan, dan sarat akan gagasan konstruktif demi kemajuan daerah. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah bentuk implementasi nyata dari konsep pentahelix di mana institusi negara, penegak hukum, dan sektor swasta melebur dalam satu visi kemasyarakatan.
Dalam diskusi hangat tersebut, ketiga tokoh ini membedah berbagai isu strategis, mulai dari penguatan supremasi hukum, optimalisasi program reintegrasi sosial bagi warga binaan, hingga peran aktif dunia usaha dalam menciptakan ekosistem sosial yang kondusif di Sumatera Utara.
Hendra Sirait, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kolaborasi eksternal untuk mendukung kepastian hukum dan aspek humanis dalam sistem pemasyarakatan. Rajamin Sirait membawa pandangan strategis mengenai bagaimana sektor dunia usaha dapat mengambil peran dalam memberikan bekal serta ruang produktif bagi masyarakat pasca-pembinaan.
Karutan Labuhan Deli, Eddy Junaedi, menyambut baik ide-ide segar tersebut demi memperkuat reformasi birokrasi dan mutu pelayanan publik di dalam Rutan. Pertemuan ini memberikan pesan edukatif yang kuat kepada khalayak ramai: bahwa kemajuan sebuah wilayah tidak dapat bersandar pada satu instansi saja, melainkan lahir dari komunikasi yang sehat dan berbobot antar tokohnya.
”Silaturahmi ini adalah jembatan emas. Ketika hukum, dunia usaha, dan kebijakan birokrasi berjalan beriringan, maka tatanan masyarakat yang adil, aman, dan sejahtera bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan sebuah kepastian,”ungkap perwakilan tokoh dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan lintas sektor yang inspiratif ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, menegaskan komitmen kuat dari ketiga tokoh untuk terus mengawal dan berkontribusi nyata bagi tanah Sumatera Utara yang lebih bermartabat. (Liputan : Nelson Siregar)


