19 C
Munich
Kamis, Juni 4, 2026

Menjemput Senyap di Gang Mencot Ironi Pemuda Uni Kampung dan Komitmen Polres Pelabuhan Belawan

Must read

 

​Belawan | suaraburunasional.com – Di bawah temaram lampu jalanan pesisir, Sabtu malam (30/5/2026), sebuah riak kecil namun berarti terjadi di Jalan Serdang Gang Mencot, Uni Kampung. Kawasan padat penduduk di Kelurahan Belawan I ini mendadak senyap saat sejumlah personel berpakaian preman dari Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan bergerak taktis. Malam itu, tirai bisnis gelap seorang pria berinisial PKW (37) resmi ditutup.

​Penangkapan PKW bukan sekadar menambah daftar angka kriminalitas yang berhasil diungkap. Lebih dari itu, ini adalah sebuah potret nyata mengenai bagaimana benteng pertahanan sosial masyarakat mulai bangkit melawan cengkeraman narkotika yang perlahan merusak nadi generasi muda di wilayah pesisir.

​Ketika “Suara” Masyarakat Mengalahkan Ketakutan
​Keberhasilan operasi ini menjadi bukti bahwa ketakutan warga terhadap intimidasi para pelaku narkoba perlahan runtuh, digantikan oleh kesadaran untuk menyelamatkan lingkungan. Informasi berharga yang dibisikkan masyarakat menjadi hulu dari pergerakan cepat kepolisian.

​Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., menegaskan bahwa kepolisian kini meletakkan kepercayaan publik sebagai pilar utama dalam setiap operasi penindakan.

​”Akar dari keberhasilan malam itu adalah keberanian warga untuk berbicara. Kami menerima informasi mengenai aktivitas mencurigakan di Gang Mencot, mematangkannya melalui penyelidikan intensif di lapangan, hingga akhirnya melakukan penggerebekan yang terukur,” ujar AKP A.R. Riza saat merekonstruksi kembali jalannya penangkapan.

​Saat petugas merangsek masuk ke titik target, PKW tidak lagi memiliki celah untuk beralibi. Di atas meja kayu usang, sebuah ekosistem peredaran narkoba skala kecil tergelar secara transparan. Petugas menyita barang bukti yang menjadi saksi bisu aktivitas ilegalnya

Keberadaan timbangan digital dan puluhan plastik klip kosong menjadi bukti sahih yang tak terbantahkan: PKW bukan sekadar pengguna pasif, melainkan salah satu motor penggerak peredaran sabu di tingkat akar rumput Uni Kampung. Pria berusia 37 tahun tersebut akhirnya tertunduk, mengakui secara hitam di atas putih bahwa seluruh barang haram tersebut adalah miliknya.

​Kini, PKW harus menghabiskan malam-malam panjangnya di balik jeruji besi markas Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penyidik tengah melakukan pendalaman intensif guna melacak ke atas kepada siapa PKW menyetor uang dan dari mana pasokan kristal putih itu berasal.

​Di akhir perbincangan, AKP A.R. Riza menyelipkan sebuah pesan retoris yang kuat bagi para pelaku di luar sana, sekaligus sebuah ajakan hangat bagi masyarakat luas.

​”Kami tidak akan pernah memberikan ruang, bahkan sekecil celah udara pun, bagi peredaran narkoba di wilayah hukum kami. Ini bukan hanya tentang penegakan hukum, ini tentang masa depan anak-anak kita di Belawan. Kami akan terus menindak tegas tanpa pandang bulu, namun kami juga meminta masyarakat untuk terus menjadi mata dan telinga kami. Bersama, kita kembalikan Belawan sebagai ruang yang aman dan bermartabat,” pungkas AKP A.R. Riza dengan nada berwibawa. (Liputan: Nelson Siregar/Hms)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article