Medan | suaraburuhnasional.com – Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Oikumene Nasional terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Ketua Umum BKAG Oikumene Nasional, Pdt. Dr. Maruba Sinaga, SH., MH, didampingi jajaran pengurus nasional serta tim BKAG Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, melakukan audiensi resmi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., di Kantor BNNP Sumatera Utara, Medan. Selasa (2/6/2026).
Audiensi yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintah guna menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum BKAG Oikumene Nasional menegaskan bahwa gereja memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan di tengah masyarakat dalam membangun ketahanan moral, spiritual, dan sosial.
“Perang terhadap narkoba tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Gereja harus hadir sebagai mitra strategis negara untuk menjaga generasi muda, memperkuat keluarga, dan membangun masyarakat yang sehat serta produktif. BKAG siap menjadi bagian dari gerakan nasional penyelamatan anak bangsa,” ujar Pdt. Dr. Maruba Sinaga.
BKAG Oikumene Nasional juga memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan bersama BNNP Sumatera Utara, antara lain Program Gereja Bersinar (Bersih Narkoba), pembentukan Satgas Anti Narkoba BKAG, pembinaan keluarga, pelatihan relawan anti narkoba, serta pengembangan Duta Pemuda Kristen Anti Narkoba. Program tersebut merupakan bagian dari visi besar BKAG untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, BKAG juga menyampaikan harapan agar dapat dibangun kerja sama formal melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), pelibatan para pendeta dalam berbagai program BNN, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi tokoh-tokoh gereja sebagai mitra resmi dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah rencana penyelenggaraan Jambore Pemuda dan Remaja Anti Narkoba Se-Sumatera Utara yang ditargetkan melibatkan sedikitnya 1.000 pemuda sebagai Duta Anti Narkoba. Melalui gerakan tersebut, BKAG optimistis dapat menciptakan efek berantai positif yang menjangkau puluhan ribu generasi muda di berbagai daerah.
Kepala BNNP Sumatera Utara menyambut baik inisiatif BKAG Oikumene Nasional dan menilai bahwa keterlibatan tokoh agama serta lembaga keagamaan merupakan faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus BKAG Oikumene Nasional Pdt. Hotto Pangidoan Aritonang, S.Th. (Bendum DPN BKAG) , Ev. Martha Sitorus, SH., MH., (kabida Hukum dan Perlindaungan Perempouan dan Anak), serta Pdt. Ir. Jhony Saragih, M.Th.(selaku Plt. Ketua DPD BAKAG Sumut) turut mendapingi dan dari Ketua BKAG kota Medan Pdt. Sahat Siringoringo, M.Th., Pdt. Boantua Sinaga, M,Th (sekretaris) Pdt. Torang Simamora, S.Th. (bendahara), dan Ketua BKAG Kabupaten Deli Serdang Pdt. Timotius Suhartono Pasaribu, M.Th., dan Pdt. Mangapul Sihombing, S.Th selaku sekretsaris BKAG Kabupaten Deli Serdang.
Melalui audiensi ini, BKAG Oikumene Nasional menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat moderasi beragama, serta melahirkan generasi Indonesia yang sehat, beriman, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. “Gereja Bersatu, Generasi Terselamatkan, Indonesia Maju”. (MS)


