Belawan | suaraburuhnasional.com — Ada getar yang berbeda di Dermaga Ujung Baru 104 Belawan, Sabtu (4/7/2026). Di bawah langit pesisir yang membentang, ratusan prajurit terbaik bangsa dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Papua Nugini (PNG) Yonif 122/Tombak Sakti (TS) berdiri dengan tatapan lurus menembus cakrawala. Mereka bersiap melepas sauh, bergerak menuju garis depan nusantara demi satu misi suci: menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi.
Hadir memimpin penghormatan di barisan depan, Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Wadan Kodaeral I), Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih, S.E., M.M. Kehadiran jenderal bintang satu dari Korps Marinir ini bukan sekadar pemandangan protokol biasa. Ini adalah manifestasi nyata dari Tri Matra Eka Bhakti sebuah ikatan sinergitas mutlak antarmatra TNI yang menegaskan bahwa urusan menjaga sejengkal tanah air adalah panggilan suci yang memadukan kekuatan darat, laut, dan udara.
Prosesi pelepasan berlangsung dengan begitu magis. Keheningan yang khidmat berkelindan dengan gemuruh semangat yang tertahan di dada para prajurit. Di hadapan para pimpinan TNI dan tamu undangan, sebuah restu agung ditiupkan bersama doa-doa terbaik; memohon agar setiap langkah kaki Prajurit Tombak Sakti di belantara Papua senantiasa dinaungi keselamatan, kesehatan, dan kejayaan yang mutlak.
Dalam sebuah momentum yang penuh wibawa, Wadan Kodaeral I menyampaikan apresiasi terdalam sekaligus penghormatan tinggi kepada seluruh personel yang berangkat. “Penugasan ke wilayah perbatasan bukanlah sekadar perintah dinas. Ini adalah kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit. Ia menuntut profesionalisme tanpa cela, disiplin baja, dan dedikasi yang melampaui batas kemampuan biasa demi tegaknya panji-panji Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Brigjen TNI (Mar) Ali Bahar Saragih.
Kehadiran Kodaeral I dalam upacara pelepasan ini sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa stabilitas keamanan nasional hari ini berdiri di atas fondasi soliditas TNI yang tidak bisa digoyang oleh apa pun. Kerja sama taktis dan persaudaraan lintas matra adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika geopolitik di wilayah perbatasan.
Saat kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga Belawan, lambaian tangan para pemimpin dan keluarga mengiringi kepergian mereka. Selamat bertugas, Kesatria Tombak Sakti. Di pundak kalian, kedamaian jutaan rakyat Indonesia dititipkan. (Liputan : Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)


