Belawan | suaraburuhnasional.com – Gema selawat dan bait-bait lagu religi mengalun syahdu di kawasan pesisir Medan Belawan, menandai momentum sakral pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah. Memanfaatkan momentum reflektif tersebut, Relawan Wak Young Sumatera Utara menginisiasi sebuah gerakan kebudayaan besar bertajuk Festival Bintang Vokalis Pop Religi yang digelar megah di halaman Kantor Camat Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (4/7/2026).
Tidak bergerak sendiri, aksi kolaboratif ini menggandeng multi-sektor strategis, mulai dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan, Pemerintah Kecamatan Medan Belawan, Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), hingga Karang Taruna Kecamatan Medan Belawan. Sinergi ini berhasil mengubah perayaan hari besar Islam menjadi panggung pembuktian bakat dan kreativitas generasi muda.
Festival yang berlangsung khidmat dan dinamis ini mendapat atensi luas dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Hadir dalam perhelatan tersebut, Camat Medan Belawan, Kapolsek Belawan, Perwakilan Kodamar I, Ketua DPD HNSI Sumut, Ketua HNSI Medan, pengurus LASQI wilayah Sumut dan Medan, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Medan.
Acara resmi dibuka oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Medan Belawan yang mewakili Camat. Dalam sambutan pembukaannya, pihak otoritas kecamatan mengapresiasi pergelaran ini sebagai langkah preventif sekaligus solutif dalam membentengi moralitas generasi muda dari dampak negatif globalisasi, melalui medium seni yang universal.
Ketua Panitia Pelaksana, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar kompetisi tarik suara biasa, melainkan sebuah ikhtiar kultural untuk merawat peradaban Islam di era modern.
”Kami mengusung visi besar: ‘Melestarikan Seni Budaya Islami, Membangun Generasi Qur’ani, yang Berprestasi dan Berakhlakul Karimah’. Ini adalah komitmen kami untuk menyediakan panggung talent scouting (pencarian bakat) yang inklusif, sehat, dan berorientasi pada prestasi,” ungkap Hendra.
Indikator kesuksesan acara ini terlihat dari tingginya animo peserta. Sebanyak 60 vokalis muda berbakat datang berkompetisi. Mereka tidak hanya mewakili Kota Medan, melainkan juga berdatangan dari Kabupaten Deli Serdang hingga Kabupaten Asahan. Untuk memastikan pembinaan yang adil, kompetisi dibagi ke dalam dua kategori utama yang kompetitif:
Golongan Anak-Anak (Kategori Putra dan Putri), Golongan Remaja/Dewasa (Kategori Putra dan Putri).
Di balik kemegahan panggung dan tata suara yang memukau, perhelatan ini menyimpan cerita tentang kuatnya rasa gotong royong masyarakat. Ketua Relawan Wak Young, Abdul Rahman yang akrab disapa Atan mengungkapkan bahwa seluruh pendanaan festival ini murni bergerak dari ketulusan para donatur dan simpatisan yang menaruh kepedulian tinggi terhadap pembinaan pemuda.
”Keberhasilan acara ini adalah buah dari ketulusan. Kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh kepanitiaan yang telah mewakafkan waktu dan tenaganya, serta kepada para donatur yang telah menyisihkan materinya. Ini adalah investasi sosial kita untuk masa depan generasi penerus,” ujar Abdul Rahman emosional.
Melalui untaian nada pop religi yang sarat akan pesan kedamaian dan moralitas, Festival Bintang Vokalis ini diharapkan mampu menginspirasi wilayah lain di Sumatera Utara untuk terus menghidupkan ruang-ruang kreatif yang berbasis pada nilai-nilai spiritualitas dan kearifan lokal. (Liputan: Nelson Siregar/AY)


