Belawan | suaraburuhnasional.com – Di tengah menderunya roda ekonomi dan riuh rendahnya aktivitas perdagangan internasional, sebuah narasi besar tentang masa depan maritim Indonesia sedang ditulis dari pesisir utara Sumatra. Kesadaran bahwa kejayaan laut tak boleh mengorbankan kelestarian daratan menjadi pemantik lahirnya sebuah gerakan monumental. Kamis (9/7/2026), bertempat di Lapangan PJKA, Jalan Stasiun, Kelurahan Belawan I, Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan menyatukan langkah.
Mereka menginisiasi aksi restorasi lingkungan bertajuk “Menuju Pelabuhan Hijau dan Berkelanjutan.” Ini bukan sekadar gerakan menanam pohon; ini adalah manifesto bahwa modernisasi industri pelabuhan hari ini wajib berjalan selaras dengan detak jantung alam.
Kala Pelindung Lautan Merawat Daratan
Membawa spirit Pargomgom Samudora sang pelindung samudra Kodaeral I menegaskan bahwa kedaulatan maritim tidak hanya dijaga lewat moncong meriam, melainkan juga lewat kelestarian ekosistem pesisir. Di bawah rimbunnya cita-cita Hari Lingkungan Hidup 2026, aksi ini bertransformasi menjadi panggung kolaborasi pentahelix yang paripurna.
Sinergi ini berhasil meleburkan ego sektoral, menyatukan visi luhur dari jajaran TNI-Polri, pemangku kebijakan pemerintah, korporasi, akademisi, hingga kelompok pemuda dan masyarakat akar rumput. Di sini, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tidak lagi sekadar menjadi laporan di atas kertas, melainkan mewujud nyata dalam pelukan akar-akar pohon yang mulai tertanam di tanah Belawan.
”Menghijaukan pelabuhan adalah investasi peradaban. Kita sedang memastikan bahwa generasi masa depan tidak hanya mewarisi pelabuhan yang sibuk secara ekonomi, tetapi juga ekosistem yang sehat untuk ditinggali.”
Kodaeral I dan Pelindo memahami betul bahwa pelabuhan yang hebat lahir dari masyarakat yang sehat dan berdaya. Oleh karena itu, gerakan “Belawan Hijau” ini dirajut secara holistik, menyentuh dimensi lingkungan sekaligus kemanusiaan melalui empat pilar gerakan: Penyerahan secara simbolis dan penanaman ribuan bibit pohon sebagai benteng alami penyerap emisi karbon. Penyokong Sosial Penyaluran bantuan taktis untuk enam kelurahan di Kecamatan Medan Belawan demi menstimulasi kesejahteraan lokal.
Restorasi Sosial Gerakan gotong royong massal, membangkitkan kembali khitah kerja bakti sebagai fondasi sosial masyarakat. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, menghadirkan negara dan korporasi langsung di tengah nadi kehidupan rakyat.Kehadiran aktif Kodaeral I dalam momentum ini menjadi bukti sahih komitmen TNI Angkatan Laut yang selalu adaptif dan solutif terhadap tantangan zaman.
Menghijaukan Belawan adalah langkah strategis untuk menaikkan kelas pelabuhan ini di kancah internasional. Di era modern, pelabuhan terbaik dunia tidak lagi hanya diukur dari jutaan teus kontainer yang dilayaninya, melainkan dari seberapa hijau dan ramah lingkungan pelabuhan tersebut (Green Port).
Semangat kebersamaan yang membara di Belawan hari ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif yang lebih luas. Langkah telah disatukan, benih telah ditanam; kini saatnya Belawan bangkit sebagai mercusuar maritim yang tidak hanya kuat, nyaman, dan berdaya saing global, tetapi juga abadi dalam kelestarian alamnya. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)


