Medan Deli | suaraburuhnasional.com – Jalan raya sering kali menjadi saksi bisu dari kepasrahan yang tragis. Di balik deru mesin dan kepulan asap, ada cerita-cerita yang terputus di tengah jalan cerita tentang tulang punggung keluarga yang tak pernah kembali, atau mimpi anak-anak yang mendadak runtuh dalam hitungan detik.
Menyadari bahwa keselamatan publik tidak boleh hanya menjadi angka-angka statistik yang dingin, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pelabuhan Belawan menginisiasi sebuah gerakan berbasis kemanusiaan yang menyentuh akar rumput. Pada Jumat pagi yang cerah (10/7/2026), Aula Kantor Kecamatan Medan Deli di Jalan Rumah Potong Hewan, Kelurahan Mabar, berubah fungsi menjadi sebuah ruang refleksi kolektif.
Di sana, Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan duduk bersama PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Utara dan RS Esmun Medan Marelan. Mereka meluncurkan sebuah program strategis: Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas dan Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban Melalui Aparatur Pemberdayaan Kecamatan.
Dipimpin oleh Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan, Ipda Junri Tua Lubis, SH., forum ini menghadirkan para Kepala Lingkungan (Kepling) se-Kecamatan Medan Deli. Mereka adalah para pemimpin informal, perajut harmoni sosial yang suaranya paling didengar di gang-gang pemukiman warga.
Bukan Sekadar Menilang
Misi ini membawa paradigma baru yang sangat berbobot. Polisi tidak lagi sekadar berdiri di tikungan jalan dengan peluit dan surat tilang, melainkan hadir secara persuasif di ruang-ruang diskusi warga melalui perantara para Kepala Lingkungan. Pendekatan “Berbasis Domisili” ini adalah pengakuan jujur bahwa hulu dari keselamatan jalan raya sebenarnya bermula dari ruang keluarga.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Lantas AKP Andi K. Barus, SH., MH., menegaskan bahwa kedisiplinan tidak bisa dipaksakan dari luar, melainkan harus ditumbuhkan dari dalam sanubari masyarakat itu sendiri.
”Keselamatan di jalan raya adalah sebuah kerja kebudayaan, sebuah komitmen kolektif. Kami merangkul para Kepala Lingkungan karena merekalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan emosi, adat, dan kebiasaan warga sehari-hari. Lewat mereka, pesan keselamatan ini akan disampaikan bukan sebagai ancaman hukum, melainkan sebagai wujud kasih sayang kepada keluarga,” tutur AKP Andi K. Barus dengan artikulasi yang penuh penekanan.
Elegansi dari program ini terletak pada kedalaman materi yang disajikan oleh tiga pilar utama yang saling mengunci secara komprehensif: Aspek Edukasi dan Hukum (Sat Lantas): Mengurai esensi pentingnya kelengkapan berkendara, kepatuhan rambu, dan mitigasi risiko fatalitas di jalan raya. Aspek Jaring Pengaman Sosial (PT Jasa Raharja): Memberikan kepastian bahwa negara hadir melalui perlindungan hukum dan jaminan santunan yang cepat, tanggap, dan bebas birokrasi berbelit.Aspek Penyelamatan Jiwa (RS Esmun Medan Marelan): Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya golden hour—menit-menit krusial pasca-kecelakaan yang menentukan antara hidup dan mati, serta bagaimana penanganan pertama yang benar secara medis.
”Kami ingin para Kepala Lingkungan mampu mengetuk hati warganya. Memakai helm standar, memastikan motor layak jalan, dan melengkapi surat kendaraan bukan demi menghindari petugas. Itu adalah ikhtiar paling mendasar untuk memastikan kita pulang dengan selamat ke pelukan orang-orang yang kita cintai,” tambah Kasat Lantas.
Gerakan integratif di Kecamatan Medan Deli ini diproyeksikan menjadi cetak biru (blueprint) bagi wilayah-wilayah lain di bawah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Melalui sinergi pentaheliks yang solid, target yang dikejar bukan lagi sekadar penurunan kurva pelanggaran, melainkan lahirnya sebuah peradaban baru di jalan raya: sebuah ekosistem transportasi yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan.
Ketika kegiatan berakhir siang itu, para Kepala Lingkungan pulang membawa amanah baru yang mulia. Di pundak mereka, kini tertitip harapan untuk mengubah wajah jalan raya Medan Deli dari ruang yang penuh kecemasan, menjadi bentangan jalan yang ramah dan memanusiakan manusia. (Liputan: Nelson Siregar/Hms)


