Dairi | suaraburuhnasional.com -Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengembangan Kompetensi Digital Leadership Aparatur Desa dalam Mendukung Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Teknologi di Kabupaten Dairi” yang berlangsung di Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Kampus Merdeka Indonesia Jaya ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menghadapi transformasi digital sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, efektif, dan akuntabel.
Tim pengabdian dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Yohny Anwar, S.E., S.H., M.M., M.H. selaku ketua, didampingi Dr. M. Chaerul Rizky, S.E., M.M., Dr. Kholilul Kholiq, S.E., S.H., M.H., serta mahasiswa Nurmawaty. Kegiatan dihadiri oleh seluruh perangkat Desa Kalang Simbara, Ketua BPD, tokoh masyarakat, Kepala SMP Negeri 4 Kalang Simbara, Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Sidikalang Donal Manik, Ketua Paguyuban Pasundan, tokoh agama, serta dimoderatori oleh ustad Maisuardi, S.Pd.
Mewakili Pemerintah Desa Kalang Simbara, tokoh masyarakat Saut Ujung menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada tim dosen UNPAB yang telah memilih Desa Kalang Simbara sebagai lokasi pengabdian. “Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Kalang Simbara kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Universitas Pembangunan Panca Budi. Semoga ilmu yang diberikan para dosen dapat kami kembangkan dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat desa. Sambutan sederhana ini tidak mengurangi rasa hormat kami kepada seluruh tim,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga aparatur desa memperoleh pembinaan yang lebih mendalam mengenai teknologi digital. Ketua BPD Kalang Simbara juga mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas kepemimpinan aparatur desa dalam menghadapi era digital.
Sementara itu, Maisuardi, S.Pd. dalam kata pengantarnya menyebut kegiatan ini merupakan anugerah bagi masyarakat desa. “Berbagi ilmu adalah investasi yang sangat berharga. Masyarakat memperoleh pengetahuan tanpa harus mengeluarkan biaya. Kami berharap Universitas Pembangunan Panca Budi dapat menjadi mitra strategis Desa Kalang Simbara dalam membangun sumber daya manusia,” katanya.
Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Yohny Anwar menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menjalankan Tri Dharma, salah satunya mengabdikan ilmu kepada masyarakat. Menurutnya, digitalisasi telah menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan desa, mulai dari pengelolaan dana desa hingga pelayanan administrasi masyarakat.
“Saat ini hampir seluruh sistem pemerintahan berbasis digital. Yang ingin kita dorong melalui kegiatan ini adalah pelayanan desa yang transparan, cepat, dan akuntabel. Kepala desa, perangkat desa, dan BPD harus siap menghadapi transformasi digital agar mampu mewujudkan desa cerdas dan masyarakat yang semakin cerdas,” jelasnya.
Ia juga mengajak aparatur desa memanfaatkan teknologi digital dalam sektor ekonomi, khususnya melalui digital marketing dan akses informasi harga komoditas pertanian. “Petani harus memahami perkembangan harga melalui platform digital sehingga mengetahui komoditas apa yang menguntungkan untuk ditanam, kapan waktu tanam yang tepat, hingga peluang pasar yang tersedia,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, Donal Manik selaku Kasi Tata Pemerintahan mengungkapkan berbagai kendala yang masih dihadapi pemerintah desa. Menurutnya, keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan utama dalam menjalankan berbagai aplikasi pemerintahan, termasuk aplikasi administrasi kependudukan dan layanan pemerintahan desa yang sering mengalami gangguan akibat kapasitas jaringan yang belum memadai.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Yohny Anwar menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi hanya dapat tercapai apabila infrastruktur internet, kualitas jaringan, dan sumber daya manusia berkembang secara seimbang. “Internet, jaringan, dan SDM harus berjalan seiring. Tidak bisa salah satunya tertinggal apabila kita ingin mewujudkan digitalisasi pemerintahan desa secara optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Kholilul Kholiq menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi kepemimpinan aparatur desa harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan. Ia juga mendorong Pemerintah Desa Kalang Simbara memiliki website resmi dengan domain desa.id, seperti kalangsimbara.desa.id, agar terhubung langsung dengan sistem Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurutnya, keberadaan website desa akan meningkatkan transparansi informasi publik sekaligus menjadi media promosi potensi desa. Selain itu, ia mendorong Kalang Simbara menjadi desa percontohan berbasis digital yang mampu memberikan pelayanan publik yang modern.
Pada kesempatan yang sama, Dr. M. Chaerul Rizky mengajak pemerintah desa memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan potensi desa. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membuka peluang pendampingan, pelatihan, penelitian, hingga promosi potensi ekonomi desa sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Ia juga menjelaskan peluang beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada masyarakat setelah mendapat pertanyaan dari Kepala SMP Negeri 4 Kalang Simbara mengenai akses pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Rizky menerangkan bahwa salah satu persyaratan KIP Kuliah adalah lulusan SMA maksimal tiga tahun terakhir, sementara kerja sama kelembagaan dapat dilakukan melalui nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah desa dan perguruan tinggi. Menutup sesi dialog, Saut Ujung kembali menyampaikan harapannya agar perangkat Desa Kalang Simbara diberikan kesempatan mengikuti berbaga pelatihan di Universitas Pembangunan Panca Budi.
Ia bahkan menyatakan masyarakat siap mendukung pengembangan dunia pendidikan di wilayah tersebut. “Orang tua kami selalu berpesan agar mengutamakan pendidikan. Keluarga kami pernah menghibahkan tanah untuk pembangunan SMP Negeri 4. Ke depan, apabila Universitas Pembangunan Panca Budi ingin mengembangkan pendidikan di Kalang Simbara, kami siap menyediakan tempat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim Universitas Pembangunan Panca Budi menyerahkan cinderamata kepada Pemerintah Desa Kalang Simbara dan beberapa aparatur desa.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kemitraan berkelanjutan antara Universitas Pembangunan Panca Budi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi, khususnya Pemerintah Desa Kalang Simbara, dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, berbasis teknologi, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Clara Siahaan)


