16.7 C
Munich
Sabtu, Juni 6, 2026

Terkait Proyek Jaringan Irigasi Senilai 1,4 Miliar Terbengkalai, Diminta Inspektorat, DPRD Langkat dan APH Turun ke Lapangan

Must read

Langkat | suaraburuhnasonal.com – Dampak terhentinya proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Sisira Besitang (DAK) T.A 2024, dengan nilai kontrak Rp 1.453.434.000.00 yang dikerjakan oleh CV Al Hanan Grup saat ini menjadi perhatian dan sorotan masyarakat.

Dari pantauan awak media ini di lapangan, Selasa (25/2/2025), bahwa program Ketapang (ketahanan pangan) melalui Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Langkat sangat baik untuk meningkatkan swambada pangan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengatasi krisis pangan di Kabupaten Langkat, akan tetapi keinginan masyarakat tersebut tidak sesuai dengan dengan harapan.

Pasalnya proyek jaringan irigasi tersebut bahkan tidak memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan padi para petani dan membantu mengatasi krisis air saat musim kering, mengembangkan lahan pertanian serta mengatur suhu tanah sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan hasil panen, kini hanya tinggal harapan kosong belaka.

Sejumlah warga mengaku sangat kecewa dengan proyek irigasi yang dikerjakan, dimana warga sebelumnya sangat berharap proyek ini dapat berjalan sempurna sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat petani dalam mengatur siklus air. Seperti yang diungkapkan, M, Pane warga Dusun IX Sisira, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut. Dirinya mengatakan areal persawahan yang ada mencapai 75 hektare yang dikelola oleh 3 kelompok dengan hasil panen sekitar 4-5 ton/hektare.

“Kurangnya sumber air membuat hasil panen tidak maksimal, masyarakat sudah sering mengajukan permohonan pembuatan irigasi agar dapat meningkatkan hasil panen, makanya kemaren kita sangat bersyukur ada rehabilitasi saluran irigasi disini, tapi kita juga dibuat kecewa karena sudah separuh jalan proyek dihentikan, kita berharap proyek ini dapat terus dilanjutkan hingga selesai,”ucapnya berharap.

Senada, Malik warga lainnya mengatakan, terhentinya proyek ini tentu jadi perhatian masyarakat khususnya para petani, soalnya beberapa tahun silam juga seperti ini, dimana proyek irigasi dikerjakan namun hasilnya tidak maksimal, baru beberapa bulan dikerjakan sudah mengalami banyak kerusakan.

“Dulu pernah dibangun bendungan irigasi dan saluran tersier, namun kualitasnya sangat jelek dan banyak mengalami kerusakan, beruntung saat itu pihak Pertamina membantu membuat saluran irigasi sehingga air dapat dialirkan ke lahan pertanian warga, ini kembali lagi dibangun tapi belum selesai sudah dibiarkan terbengkalai, ada apa ini?,”tanya Malik dan warga lainnya.

Malik menambahkan, awal pekerjaan dilakukan bulan Juli 2024 dan saat ini ditinggalkan begitu saja di akhir Desember 2024 hingga saat ini Februari 2025 tanpa ada tanda-tanda akan diteruskan, bahkan saat pengerjaan banyak kejanggalan yang ditemukan, seperti kerusakan saat masih dalam pengerjaan dan bangunan lama yang tidak dibongkar. “Masih ada sekitar 600 meter saluran irigasi yang tidak dikerjakan, padahal semua sudah di ukur dan dibuat patok, tapi ditinggal begitu saja,” jelasnya dengan nada kecewa.

Warga yang berprofesi sebagai petani sawah meminta pihak Inspektorat, Cabjari Pangkalan Berandan, Unit Tipikor Polres Langkat, Anggota DPRD Langkat Dapil V agar segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi proyek terbengkalai tersebut dan memproses anggaran karena warga curiga dan bertanya kenapa tidak lanjutkan kemana silpa anggarannya

Di lain pihak, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat melalui M.Yusuf Nasution, saat dikonfirmasi oleh media terkait masalah ini melalui pesan aplikasi WhatsApp, dirinya menjawab.

“Oo iya bang, bukan ditinggalkan bang memang itu kita ada penghentian kontrak direalisai anggaran 60% bang. Akbit curah hujan yang sangat ekstrim di tahun kemarin bang. kita juga akan usulkan lagi kelanjutannya di dana APBD bang, ini pula ada pemotongan anggaran lagi bang, efisiensi dari pak prabowo,”jawabnya. (J.M)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article