25.4 C
Munich
Sabtu, Juli 18, 2026

Gelombang Begal Sadis di Belawan Lumpuhkan Ekonomi Malam, Slogan ‘Mengayomi’ Polri Dipertanyakan

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Kecamatan Medan Belawan, jantung pelabuhan Sumatera Utara, kini tengah dicekik oleh krisis keamanan yang mencapai titik kritis. Maraknya aksi begal dengan tingkat kesadisan yang mengkhawatirkan tidak hanya mengancam nyawa warga, tetapi juga secara perlahan mematikan denyut nadi ekonomi malam hari, Jumat (14/11/2025).

Fenomena kejahatan jalanan yang tak terkendali ini menimbulkan keresahan mendalam, mempertanyakan efektivitas kehadiran aparat keamanan yang selama ini mengusung slogan luhur Polri: “Mengayomi, Melindungi, dan Melayani Masyarakat.”

​Laporan dari warga dan data lapangan menunjukkan peningkatan drastis dalam frekuensi dan tingkat kebrutalan aksi begal. Peristiwa pembacokan, penggunaan senjata tajam, hingga senjata panah, kian menjadi pemandangan miris yang menargetkan pengendara motor. Aksi kriminal ini telah bergeser; tidak lagi hanya terjadi di malam buta, melainkan berani beraksi menjelang malam, pagi hari, bahkan di area yang sebelumnya dianggap cukup ramai.

Lumpuhnya sektor kuliner malam. Rasa takut dan trauma membuat masyarakat Belawan enggan keluar rumah saat hari gelap. Konsekuensinya, warung-warung makan, kedai kopi, dan usaha kuliner kecil yang merupakan tulang punggung ekonomi rakyat dan identitas sosial kawasan pelabuhan kini terpaksa sepi pengunjung atau bahkan gulung tikar.

​”Kami terpaksa tutup lebih cepat, sebelum Mahgrib sudah harus bersiap. Dulu, omzet bisa sampai tengah malam. Sekarang, siapa yang berani keluar?. Ini bukan cuma soal motor hilang, tapi soal hilangnya mata pencaharian,” ungkap seorang pedagang kuliner yang enggan disebut namanya, mencerminkan keputusasaan kolektif.

​Kondisi keamanan ini menciptakan kontras yang tajam dengan semboyan kepolisian. Tugas fundamental Polri untuk mengayomi dan melindungi masyarakat seolah tergerus oleh realitas meningkatnya kejahatan jalanan yang tak terkendali. Keluhan masyarakat kini tidak hanya tertuju pada para pelaku begal, tetapi juga pada minimnya kehadiran dan patroli polisi secara signifikan di jam-jam rawan.

​Masyarakat Belawan kini dihadapkan pada dilema pahit: bertahan hidup dalam keterpurukan ekonomi yang diakibatkan oleh ancaman kriminalitas, atau mengambil risiko menjadi korban kejahatan di jalanan. Jika malam terus diselimuti ketakutan, maka harapan pemulihan ekonomi Belawan akan terus terpuruk dalam bayang-bayang begal.

​Menyikapi krisis keamanan ini, masyarakat Medan Bagian Utara mengambil sikap tegas. Sebuah aliansi yang menamakan diri “Aliansi Masyarakat Belawan menggugat” berencana menggelar Aksi Damai / Aksi Unjuk Rasa dalam waktu dekat.

​Berdasarkan surat pemberitahuan yang telah diterima oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), aksi tersebut direncanakan pada: ​Hari/Tanggal: Rabu, 19 November 2025, ​Waktu: Pukul 08.00 WIB s/d 18.00 WIB, ​Jumlah Peserta: sebanyak 5000 orang.

​Tujuan Aksi: Menyampaikan aspirasi dan keresahan masyarakat atas maraknya begal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. ​Titik kumpul: Depan Markas Polres Pelabuhan Belawan. ​Tuntutan Aksi yang akan disuarakan oleh aliansi ini adalah: ​Mendesak Kapolda Sumut memberikan garansi keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, khususnya di Medan bagian utara.

​Meminta pernyataan Kapolda Sumut dan Polisi Pelabuhan Belawan untuk menyatakan perang terhadap begal, serta memberikan garansi tanggung jawab kepada masyarakat yang melawan bega.

​Pengamat sosial dan kebijakan publik P. Panjaitan menilai, krisis keamanan ini membutuhkan sebuah strategi komprehensif yang melibatkan patroli intensif dan terlihat di titik rawan, pengaktifan kembali Siskamling dengan dukungan aparat, serta pendekatan sosial-ekonomi untuk menggali akar masalah begal yang sering terkait dengan kemiskinan dan pengangguran di wilayah pelabuhan.

​Pemerintah Kota Medan dan Polres Pelabuhan Belawan dituntut untuk segera mengambil langkah taktis. Masyarakat Belawan kini menunggu bukan hanya janji, melainkan tindakan nyata yang memastikan slogan Polri benar-benar terwujud di setiap sudut jalanan, sebelum krisis keamanan ini memicu krisis ekonomi yang lebih parah. (NS)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article