Kamis, Maret 19, 2026

Mempererat Simpul Persaudaraan, Koperasi JPAK PBS Gelar Bakti Sosial Paket Lebaran dan Dialog Strategis di Belawan

Share

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Medan Labuhan | suaraburuhnasional.com – Menyongsong fajar kemenangan Idul Fitri 1447 H, Koperasi Jasa Pengemudi Angkutan Khusus Pelabuhan Belawan Sentris (JPAK PBS) kembali menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan anggota. Bertempat di Sekretariat Jl. Kom Yos Sudarso Km 15.5, Medan Labuhan, koperasi ini menggelar agenda tahunan “Pembagian Paket Lebaran” yang berlangsung khidmat pada Minggu (15/3/2026).

​Acara ini bukan sekadar seremoni santunan, melainkan menjadi panggung diskusi krusial antara pengemudi sebagai urat nadi logistik dengan para pemangku kebijakan pelabuhan.

​Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal, Inano Siregar, dan diberkati dengan doa yang dipimpin oleh M. Nurmoha. Dalam pidato pembukanya, Ketua Koperasi JPAK PBS, Juprianel Siregar, menekankan bahwa koperasi harus berdiri tegak sebagai pilar kesejahteraan bagi para anggotanya di tengah dinamika ekonomi global.

​Optimisme ini mendapat dukungan penuh dari berbagai mitra strategis yang hadir, termasuk perwakilan dari: ​DPD Organda/Angsuspel Sumut, ​DPW ASDEKI Sumut, ​PT Tanto Belawan, ​PT Pelindo / KSOP Belawan. ​”Filosofi ekonomi gotong royong adalah nyawa kami. Di tengah tantangan logistik nasional, kepedulian terhadap pengemudi adalah kunci stabilitas operasional di pelabuhan,” ungkap salah satu mitra dalam sambutannya.

​Di balik kehangatan pembagian paket, sesi dialog menjadi momentum penting bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi. Dewan Pengawas JPAK PBS, Patar Panjaitan, bersama Humas Roslan Barus, menyoroti pentingnya perjuangan kolektif dalam menyejahterakan anggota.
​Namun, tantangan nyata di lapangan tak luput dari sorotan. Bapak Sitorus, salah satu anggota, menyampaikan keluh kesah para sopir mengenai hambatan teknis yang menghambat produktivitas. ​”Bagaimana kita bisa sejahtera jika alat berat sering rusak dan jalanan terhambat? Kami bermimpi bisa mencapai tiga trip sehari, namun antrian panjang dan kendala teknis di dalam gate masih menjadi momok,” ujarnya.

​Senada dengan itu, B. Nababan dari pengangkutan AS, menyoroti infrastruktur di Pelindo dan PT Tanto yang dinilai memerlukan pembenahan, terutama terkait kemacetan kronis di titik-titik krusial Belawan. Ia mengusulkan sistem jalur masuk dan keluar yang lebih terorganisir demi kelancaran arus barang.

​Menanggapi dinamika tersebut, Patar Panjaitan kembali menegaskan bahwa persatuan adalah “senjata” utama untuk melakukan perubahan. Ia menyinggung urgensi pemeliharaan alat, baik di sektor cleaning domestik maupun internasional, mengingat besarnya investasi yang telah dikucurkan namun belum berbanding lurus dengan efisiensi di lapangan. ​”Perlu intensitas pertemuan rutin agar hambatan seperti komplikasi kepentingan (conflict of interest) yang dirasakan para sopir dapat teratasi. Kita butuh aksi nyata agar distribusi logistik di Sumatera Utara tetap lancar,” tegas Patar.

​Puncak acara ditandai dengan penyerahan paket Lebaran secara simbolis oleh manajemen PT Pelindo, PT Tanto, dan tokoh asosiasi logistik kepada para pengemudi. Momen ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi para “pahlawan jalanan” yang memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

​Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang cair dan dokumentasi bersama oleh jurnalis Nelson Siregar. Melalui kegiatan ini, JPAK PBS membuktikan bahwa di tengah debu dan bisingnya Pelabuhan Belawan, semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi terkuat bagi kemajuan industri pelabuhan Indonesia.​ (Liputan Khusus: Nelson Siregar)

Read more

Local News