dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Dairi | suaraburuhnasional.com – Pertemuan antara Bupati Dairi, Vickner Sinaga, dengan jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Dairi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif di ruang rapat Bupati, Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menyongsong rencana Konferensi Luar Biasa PGRI, seiring berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya yang dipimpin oleh Jolenta Haloho sejak tahun 2024.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Agel Siregar, Staf Ahli Bupati Ruspal Simarmata, Kepala Dinas Pendidikan Jaspin Sihombing, serta para pengurus PGRI dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Fokus utama pembahasan adalah penataan kepengurusan baru untuk periode 2025–2030.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, pertemuan ini juga menjadi wadah refleksi mendalam terhadap arah dan tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Dairi. Dalam sambutannya, Bupati Vickner Sinaga menekankan urgensi kepemimpinan (leadership) yang adaptif, inovatif, dan visioner di kalangan guru, terutama dalam menghadapi dinamika perubahan zaman yang kian kompleks.
Menurutnya, peran guru tidak terbatas sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membentuk karakter serta memberi inspirasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Guru adalah figur sentral yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memimpin dan menginspirasi. Kepemimpinan itu harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar instruksi. Sebagai mitra strategis pemerintah, PGRI diharapkan mampu merepresentasikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut,”tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Konferensi Luar Biasa yang akan digelar harus dimaknai sebagai momentum transformasi organisasi, bukan sekadar pergantian kepengurusan. Regenerasi di tubuh PGRI, lanjutnya, harus mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin yang berintegritas tinggi, memiliki komitmen kuat, serta berani melakukan inovasi dalam memajukan pendidikan.
Lebih jauh, Bupati menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis keteladanan dalam profesi guru. Ia menilai bahwa guru memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga nilai-nilai kepemimpinan harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Peserta didik tidak hanya menyerap apa yang diajarkan, tetapi juga meneladani apa yang dilakukan gurunya. Di situlah esensi kepemimpinan sejati. Selain itu, guru juga memiliki peran penting sebagai agen informasi pembangunan kepada masyarakat. Oleh karena itu, profesi guru harus dijalani dengan penuh kesadaran akan kemuliaannya, disertai jiwa kepemimpinan yang kuat,”pungkasnya.(Clara)

