dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Belawan | suaraburuhnasional.com – Di bawah langit utara Medan yang masih menyisakan sisa embun pagi, sebuah pemandangan tak biasa tersaji di gerbang Markas Komando Polisi Militer Angkatan Laut (Mako Pomal) Kodaeral I, Senin (20/4/2026).
Puluhan wanita tangguh sosok yang akrab disapa “Mamak Pasar” datang membawa lebih dari sekadar bingkisan; mereka membawa martabat dan harapan yang sempat terenggut oleh teror jalanan.Kehadiran para pejuang ekonomi akar rumput ini bertujuan untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI Angkatan Laut. Tindakan represif nan terukur yang dilakukan Pomal Kodaeral I dalam menyapu bersih komplotan begal sadis di wilayah Belawan dinilai sebagai oase di tengah dahaga rasa aman masyarakat.
Kunjungan ini jauh dari kesan formalitas birokrasi. Dengan ketulusan yang murni, para ibu ini menyerahkan hasil bumi pisang, nanas, hingga jeruk sebagai simbol “upeti kasih sayang” bagi para prajurit. Bagi mereka, keberhasilan Pomal bukan sekadar angka statistik kriminalitas yang menurun, melainkan kembalinya keberanian mereka untuk mencari nafkah di waktu subuh.
”Selama ini, setiap putaran roda kendaraan kami menuju pasar di kegelapan subuh selalu diiringi doa keselamatan. Jalanan adalah urat nadi kami, namun begal menjadikannya jalur maut. Hari ini, berkat Bapak-bapak TNI AL, kami bisa bernapas lega,”ujar salah satu pedagang dengan mata berkaca-kaca.
Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, pertemuan ini berubah menjadi dialog sosiologis yang mendalam. Dengan naluri keibuan yang tajam, para “Mamak Pasar” ini secara cerdas menunjuk hidung akar dari segala kekacauan sosial di Belawan: Narkoba.
Mereka menyadari bahwa begal, tawuran, dan premanisme hanyalah residu dari peredaran gelap narkotika yang merusak mentalitas pemuda setempat.
Di pundak Pomal Kodaeral I, mereka menitipkan aspirasi besar: Meminta aparat untuk tidak berhenti pada penangkapan begal, melainkan merangsek hingga ke kantong-kantong peredaran narkoba. Menciptakan ekosistem pesisir yang bersih dari pengaruh zat adiktif demi menyelamatkan generasi masa depan.Masyarakat berkomitmen menjadi informan garis depan (mata dan telinga) bagi aparat demi menjaga kedaulatan keamanan wilayah.
Aksi simpatik ini menegaskan sebuah kebenaran fundamental: Bahwa TNI tidak hanya kuat dalam alutsista, tetapi jauh lebih perkasa ketika berdenyut bersama jantung hati rakyat. Kepemimpinan Komandan Kodaeral I dan Komandan Pomal Kodaeral I telah membuktikan bahwa kehadiran negara melalui instrumen militernya mampu memberikan rasa teduh bagi warga sipil.
Kini, Belawan sedang menatap fajar baru. Di bawah pengawalan disiplin baja Korps Polisi Militer AL yang bersinergi dengan doa-doa tulus kaum ibu, Pajak Belawan tak lagi sekadar tempat transaksi rupiah, melainkan simbol kebangkitan ekonomi yang bernaung di bawah payung keamanan yang kokoh. (Liputan: Nelson Siregar)

