Sabtu, April 18, 2026

Ustadz Ilham Maulana Desak Revolusi Keamanan: “Cabut Akar Narkoba, Pulihkan Kehormatan Belawan”

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Tabir kecemasan yang sekian lama menyelimuti masyarakat pesisir Medan Belawan akhirnya tersingkap. Dalam sebuah diskursus mendalam bersama awak media pada Selasa (18/4/2026), tokoh agama sekaligus pengamat sosial, Ustadz Ilham Maulana, melontarkan kritik tajam sekaligus visi besar demi memutus rantai kriminalitas yang seolah tak berujung di tanah pesisir tersebut.

​Ustadz Ilham mengawali pernyataannya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pomal Kodaeral I. Keberhasilan tim dalam meringkus komplotan begal sadis yang kerap meneror “urat nadi” transportasi Belawan dinilai sebagai oase di tengah padang pasir ketakutan.

​”Masyarakat telah berada di titik nadir kecemasan. Untuk sekadar mencari nafkah di malam hari, warga seolah harus ‘bertaruh nyawa’. Aksi nyata Tim Pomal bukan sekadar penegakan hukum biasa; ini adalah jawaban atas doa-doa warga yang selama ini terabaikan,”ujarnya dengan nada bicara yang dalam dan penuh penekanan.

​Keberhasilan pihak militer dalam mengamankan wilayah ini, menurut Ustadz Ilham, secara tidak langsung menjadi cermin retak bagi institusi kepolisian setempat. Ia menyoroti adanya jurang lebar antara janji perlindungan dan kenyataan pahit yang dihadapi warga setiap harinya. Ada tiga poin krusial yang ia garis bawahi:

​Kesenjangan Keamanan: Jargon perlindungan dinilai belum menyentuh akar rumput. Masyarakat merindukan kehadiran aparat yang konsisten, bukan sekadar respons reaktif saat peristiwa sudah berdarah.

​Erosi Kepercayaan: Semboyan luhur penegak hukum dianggap kehilangan taji di Belawan. Warga merasa “hukum rimba” lebih mendominasi, di mana kilatan senjata tajam para pembegal lebih sering terlihat ketimbang lampu patroli.

Ustadz Ilham menegaskan masyarakat sudah jenuh dengan pencitraan di media massa. Yang dibutuhkan adalah stabilitas nyata yang bisa dirasakan saat warga keluar rumah, bukan narasi indah tanpa realita.

​Secara visioner, Ustadz Ilham membedah bahwa fenomena begal, tawuran remaja, pungutan liar (pungli), hingga praktik prostitusi hanyalah fenomena permukaan. Ia menegaskan bahwa seluruh penyakit sosial tersebut berhulu pada satu muara: Darurat Narkoba.

​Ia memberikan peringatan keras bahwa stabilitas keamanan di Belawan hanyalah sebuah fatamorgana jika peredaran narkotika tidak diberangus hingga ke sel-sel terkecilnya. ​”Narkoba adalah bahan bakar utama mesin kriminalitas di sini. Jika akarnya tidak dicabut, maka penangkapan pelaku hari ini hanya akan menumbuhkan pelaku baru esok hari. Kita butuh pembersihan total, sebuah operasi ‘hulu ke hilir’ yang tanpa kompromi,” tegasnya.

​Di tengah kritik tersebut, Ustadz Ilham juga menyelipkan optimisme terhadap perubahan manajerial di tingkat kecamatan. Beliau menyampaikan apresiasi kepada Camat Belawan yang baru, Bapak Robby Kurniawan, atas komitmen dan dukungannya dalam mengupayakan transformasi wilayah agar lebih aman, nyaman, dan kondusif. Dukungan lintas sektoral ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi kebangkitan Belawan.

​Ustadz Ilham Maulana yang mewakili suara hati ribuan warga pesisir, berharap momentum ini menjadi turning point (titik balik) bagi sejarah keamanan di Belawan.

​Kini, bola panas berada di tangan pemangku kebijakan. Masyarakat Belawan tengah menunggu dengan saksama: apakah ini awal dari fajar kedamaian yang baru, ataukah wilayah ini akan kembali terperosok dalam siklus kelam yang tak berujung?. (Liputan: Nelson Siregar)

Read more

Local News