Medan | suaraburuhnasional.com – Dentum musik berdentum keras, lampu strobo membelah temaram, namun bagi manajemen dan pengunjung Diskotek New Zone (NZ) Medan, pesta itu dipaksa usai lebih cepat. Pada Sabtu dini hari (23/5/2026) pukul 03.25 WIB, keheningan mendadak mengambil alih.
Langkah tegap personel Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri merangsek masuk, mengakhiri tabir peredaran barang haram yang lama berselimut di balik gemerlap dunia malam Kota Medan. Penggerebekan berskala besar ini bukan sekadar penertiban biasa, melainkan operasi senyap yang terukur untuk meruntuhkan jaringan hitam yang diduga menjadikan tempat hiburan tersebut sebagai basis utama peredaran narkotika di Sumatera Utara.
Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi taktis tingkat tinggi. Tim gabungan yang bergerak di lapangan dikomandoi langsung oleh Kombes Handik Zusen (Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri) bersama Satgas NIC di bawah pimpinan Kombes Kevin Leleury.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa penindakan ini adalah respons konkret negara dalam memerangi peredaran gelap narkotika yang kian berani menyusup ke ruang-ruang publik. ”Kami tidak sekadar melakukan razia, melainkan penindakan hukum secara tegas dan terukur. Diskotek New Zone disinyalir kuat telah beralih fungsi menjadi sarang peredaran. Sejumlah barang bukti narkoba bernilai tinggi berhasil kami sita langsung dari TKP,” ujar Brigjen Eko dalam keterangannya yang diterima redaksi.
Ketegasan aparat di lapangan terbukti tanpa pandang bulu. Polisi menjaring sedikitnya 34 orang yang berada di dalam pusaran aktivitas malam tersebut. Struktur manifesto yang diamankan menggambarkan betapa sistematisnya pembiaran peredaran zat adiktif di tempat ini. ”Seluruh elemen kami amankan untuk pemeriksaan komprehensif. Mulai dari Owner (pemilik), Manajer, jajaran staf, pengunjung dewasa, hingga yang sangat kami sayangkan: adanya anak-anak di bawah umur di dalam lokasi tersebut,” urai Brigjen Eko.
Suasana berubah mencekam saat tim medis kepolisian langsung menggelar tes urine maraton di lantai disko. Hasilnya mencengangkan sekaligus memprihatinkan: mayoritas dari mereka yang terjaring dinyatakan positif mengonsumsi narkotika. Demi memutus mata rantai jaringan ini hingga ke akarnya, seluruh tersangka dan saksi kunci malam itu langsung diterbangkan dan dievakuasi ke Markas Besar Bareskrim Polri di Jakarta guna penyidikan serta pengembangan lebih lanjut.
Bagi publik Kota Medan, nama New Zone sudah lama berkelindan dengan catatan merah. Tempat hiburan malam ini tercatat telah berulang kali tersandung kasus hukum serupa. Kendati kerap mendapat peringatan, kelab ini seolah ‘bebal’ dan terus menjadi ladang subur bagi peredaran gelap narkotika.
Kini, garis polisi (police line) kuning-hitam telah melintang rapat, menyegel gerbang depan bangunan megah tersebut. Penindakan tegas dari Bareskrim Polri ini memicu desakan publik yang kuat agar pemerintah daerah segera mengambil langkah radikal: mencabut izin operasional secara permanen. Eksekusi malam itu menjadi pesan visual yang benderang dari hukum; bahwa sekencang apa pun musik berdentum, ia tidak akan pernah bisa meredam langkah keadilan. (Liputan: Nelson Siregar/Hen)


