17.5 C
Munich
Selasa, Juli 14, 2026

Ambisi 33 Titik Ketangkasan Palsu: Judi Tembak Ikan Kembali Mencekik Belawan

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di bawah langit pesisir yang sarat deru ombak Selat Malaka dan kepulan asap pabrik, sebuah ancaman laten kembali menggeliat secara masif. Praktik perjudian berkedok game ketangkasan “tembak ikan” dilaporkan kembali menjamur dan mengakar kuat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Bukan sekadar riak kecil, sebuah penelusuran investigatif yang mendalam berhasil menyingkap cetak biru perputaran uang haram yang mengerikan: ada 33 titik ruang perjudian ditargetkan beroperasi secara sistematis, senyap, dan terstruktur.

​Berdasarkan data taktis yang dihimpun di lapangan, gurita bisnis gelap ini mulai menancapkan taringnya tepat di urat nadi ekonomi masyarakat bawah. Di kawasan sentra perikanan Gabion Belawan, tiga titik judi dilaporkan telah beroperasi tanpa riak. Jaringan ini juga merambah ruang publik strategis secara terukur; mulai dari satu titik di sebelah SPBU, satu titik di koridor Jalan Bunga, satu titik di pusat keramaian Pajak Pisang PJKA, hingga klaster perjudian di Unikampung. Penempatan lokasi-lokasi ini jelas bukan kebetulan. Mereka sengaja mendekati kantong-kantong masyarakat kelas pekerja, menjadikannya umpan beracun yang siap memangsa siapa saja yang terdesak oleh impian instan.

​Maraknya kembali aktivitas ilegal yang terkesan menantang wibawa hukum ini memicu gelombang keresahan yang mendalam di tengah masyarakat. Pemerhati lingkungan sekaligus Tokoh Agama yang juga praktisi hukum, KH. Ilham Maulana, S.H., M.H., angkat bicara dengan nada bergetar namun sarat ketegasan saat ditemui di kediamannya di kawasan Pajak Baru, Belawan Bahagia, Selasa (14/7/2026) pagi.

​Bagi KH. Ilham Maulana, fenomena ini sudah jauh melampaui batas pelanggaran ketertiban umum biasa. Ini adalah sebuah bentuk penindasan ekonomi baru yang secara terstruktur menghancurkan ketahanan domestik masyarakat kecil. ​”Ini bukan lagi sekadar masalah sosial, ini harus diberantas tuntas tanpa sisa! Ekonomi masyarakat kita sedang dihisap secara perlahan, habis terjebak dan terkuras di atas meja judi ikan. Jangan hanya memberikan harapan-harapan semata, tapi realitasnya nol! Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera bertindak taktis, responsif, dan tanpa kompromi. Tutup semua lapak judi yang ada di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan. Jangan ada pembiaran atau toleransi sekecil apa pun!,”tegas KH. Ilham Maulana.

​Sebagai seorang figur yang memahami betul anatomi hukum dan sosial, KH. Ilham Maulana memperingatkan dampak domino yang mengerikan jika bisnis haram ini dibiarkan melenggang tanpa tersentuh hukum. Perjudian, menurutnya, adalah hulu dari segala bentuk patologi sosial dan lonjakan angka kriminalitas.

​”Siapa pun aktor intelektual, pemodal, atau oknum yang berdiri di belakang gurita ini, usut tuntas! Jangan biarkan kehidupan masyarakat semakin terpuruk. Seharusnya, hasil melaut para nelayan yang bertaruh nyawa di tengah laut, serta upah lelah buruh kasar dibawa pulang untuk anak dan istri demi masa depan yang layak. Namun ironisnya, jerih payah itu justru habis ditelan mesin perjudian,” lanjutnya dengan guratan keprihatinan yang mendalam.

​Di akhir penyampaiannya, tokoh yang disegani di pesisir Belawan ini memberikan refleksi menohok yang langsung menyentuh nurani publik. ​”Saya sangat prihatin melihat nasib masyarakat kita saat ini. Ini adalah bentuk penjajahan ekonomi yang nyata di era modern. Gaya hidup destruktif ini tidak boleh diberi ruang untuk berkembang, karena ia menghancurkan ketahanan keluarga dari dalam,”pungkasnya.

​Kini, bola panas berada sepenuhnya di tangan aparat penegak hukum. Publik dan masyarakat luas Belawan kini menunggu komitmen nyata, keberanian, dan taji dari Polres Pelabuhan Belawan untuk membersihkan wilayahnya dari cengkeraman target ekspansi 33 titik meja judi tersebut.

​Apakah hukum akan berdiri tegak sebagai perisai pelindung bagi masyarakat kecil, ataukah meja-meja ketangkasan palsu itu akan dibiarkan terus menguras air mata dan masa depan anak-cucu para pekerja Belawan?. Masyarakat menolak abai, dan publik akan terus mengawal setiap langkah penegakannya. (Liputan: Nelson Siregar)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article