Dairi | suaraburuhnasional.com – Mobil ambulance yang hendak mengantar pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang terpaksa berhenti di tengah jalan setelah mendapati kondisi jalan yang amblas, sehingga tidak memungkinkan ambulance untuk melintas. Kejadian ini terjadi di wilayah Dairi, Sumatera Utara, yang kerap kali diguyur hujan lebat sehingga mempengaruhi kondisi infrastruktur.
Dalam situasi genting tersebut, petugas puskesmas yang mengawal pasien memutuskan untuk mencari bantuan. Mereka melihat mobil patroli dari Polres Dairi yang berada di seberang jalan dan segera meminta pertolongan kepada petugas dari unit Samapta. “Pak, bisa minta tolong antar pasien ke RSUD Sidikalang? Ambulance kami tidak bisa melintas,” ujar petugas puskesmas dengan nada mendesak kepada personil Polres Dairi yang saat itu sedang bertugas.
Tanpa ragu, petugas Samapta langsung merespons permintaan tersebut. Pasien yang berada di dalam ambulans segera dievakuasi dan dipindahkan ke mobil patroli double cabin milik Polres Dairi. Untuk memberikan kenyamanan bagi pasien, salah seorang petugas, Iptu JP Karo Sekali, yang menjabat sebagai KBO Samapta, dengan sigap melepas baju dinasnya untuk dijadikan alas kepala bagi pasien yang harus terbaring di bagian belakang mobil.
Evakuasi ini juga melibatkan warga sekitar yang turut membantu mengangkat pasien dari ambulans ke mobil patroli. Setelah persiapan selesai, mobil dinas yang membawa pasien bersama petugas puskesmas segera meluncur menuju RSUD Sidikalang, memastikan pasien mendapatkan perawatan yang dibutuhkan secepatnya.
Aksi cepat tanggap dari petugas Polres Dairi ini menuai apresiasi dari warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Bantuan spontan tersebut tidak hanya memperlihatkan sinergi antara kepolisian dan tenaga kesehatan, tetapi juga memperlihatkan kepedulian dan rasa kemanusiaan yang tinggi di tengah kondisi darurat.
Langkah sigap dari Polres Dairi ini menjadi sorotan publik, terutama karena mereka berhasil memberikan solusi cepat di tengah keterbatasan akses akibat kondisi jalan yang rusak parah. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera memperbaiki infrastruktur di wilayah tersebut, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang. (Cs)


