17.5 C
Munich
Senin, Juni 1, 2026

Pemkab Sergai Dapat Apresiasi atas Tali Kasih dan BPJS untuk Guru Sekolah Minggu

Must read

 

Sei Rampah | suaraburuhnasional.com – Guru Sekolah Minggu se-Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai, khususnya Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan, atas perhatian besar yang diberikan melalui program insentif atau tali kasih serta pendaftaran ke BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Guru Sekolah Minggu Kecamatan Tebing tinggi, Sunardi Sitanggang, didampingi Koordinator Kecamatan Seibamban Reni Widya Simatupang, serta Koordinator Kecamatan Seirampah Erlina Rajagukguk dan Narni, pada Kamis (23/1/2025) di Sei Rampah.

“Yang diterima Guru Sekolah Minggu setiap triwulan itu adalah insentif atau tali kasih, bukan honor. Seberapapun yang kami terima, patut disyukuri. Ini adalah wujud perhatian nyata dari Pemkab Sergai di bawah kepemimpinan Bapak Darma Wijaya dan Bapak Adlin Tambunan,” ujar Sunardi.

Menurut Sunardi, sejak tahun 2022, Guru Sekolah Minggu di Sergai menerima tali kasih sebesar Rp100 ribu per bulan, yang dibayarkan setiap triwulan langsung ke rekening masing-masing. Ia menambahkan bahwa meskipun pada tahun 2024 insentif hanya diberikan untuk tiga triwulan, hal tersebut dapat dimaklumi.

“Kami memahami kondisi anggaran yang ada. Sebelumnya, tidak ada tali kasih seperti ini, tetapi sekarang kami mendapat perhatian. Yang terpenting, kami tetap melayani Tuhan dengan hati yang tulus,” jelasnya.

Selain insentif, seluruh Guru Sekolah Minggu di Sergai juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sunardi mengungkapkan manfaat besar program ini, termasuk santunan Rp42 juta yang diterima ahli waris salah satu Guru Sekolah Minggu yang meninggal dunia. “Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kami, Guru Sekolah Minggu,” tambahnya.

Ketua Gerakan Aksi Kasih (GAK) Kabupaten Sergai, Drs. Fajar Simbolon, menyatakan bahwa sejak tahun 2018, GAK telah menjadi penggerak utama program insentif untuk Guru Sekolah Minggu. Dana GAK sepenuhnya bersumber dari sumbangan sukarela ASN Kristen di Sergai, sebesar 2,5% dari tunjangan yang mereka terima.

“Awalnya hanya satu Guru Sekolah Minggu per gereja yang mendapatkan insentif. Namun, pada tahun 2023 jumlahnya bertambah menjadi 1.123 Guru Sekolah Minggu dengan dana yang bersumber dari GAK,” ujar Fajar.

Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun 2024, insentif Guru Sekolah Minggu, guru mengaji, bilal mayit, dan badan kenaziran masjid dialokasikan dalam APBD Sergai. Namun, karena keterbatasan anggaran, insentif hanya dapat dibayarkan untuk enam bulan. GAK pun mengambil inisiatif membayar satu triwulan tambahan. “Kami tetap berkomitmen membantu meskipun dana terbatas. Semua pembayaran dilakukan secara transparan melalui transfer bank,” tegasnya.

Fajar menambahkan, sejak awal berdirinya, GAK tidak pernah menerima dana dari APBD Sergai. “Semua bersumber dari sumbangan sukarela ASN Kristen di Sergai untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya.

Koordinator Guru Sekolah Minggu Kecamatan Seibamban, Reni Widya Simatupang, menegaskan bahwa tidak ada kekecewaan di kalangan Guru Sekolah Minggu terkait kekurangan tali kasih tahun lalu. “Kami sangat bersyukur atas perhatian Pemkab Sergai. Sebagai pelayan Tuhan, kami tetap menjalankan tugas kami dengan sepenuh hati, dengan atau tanpa tali kasih,” ujarnya.

Program tali kasih dan BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bukti nyata visi religius Pemkab Sergai dalam mendukung peran penting Guru Sekolah Minggu sebagai pembentuk karakter generasi muda yang beriman. (Herry)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article