Selasa, Mei 5, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Aktivis Mahasiswa : Wakil Ketua II DPRA H Ali Basrah SPd MM Diduga Dalang Pecah Belah Organisasi Kemahasiswaan IPMAT

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

Aceh Tenggara | suaraburuhnasional.com – Organisasi Kemahasiswaan Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh saat ini memiliki dua kepemimpinan.diduga disusupi kepentingan politik praktis, Aktivis Mahasiswa tuding Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) diduga dalang pecah belah mahasiswa.

Isu perpecahan diantara mahasiswa yang berasal dari Aceh Tenggara diduga disebabkan adanya kepentingan politik praktis dari elit politik yang saat ini menjabat, aktivis mahasiswa, Hamas Muda dengan lugas menuding Ketua Forbes DPRA Dapil VIII H. Ali Basrah SPd. MM, adalah dalang perpecahan Kelompok mahasiswa tersebut.

Semua berawal dari rencana pencopotan ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh yang resmi hingga timbulnya IPMAT tandingan, ini merupakan sejarah organisasi mahasiswa Aceh Tenggara yang sangat buruk, tentu hal seperti ini ada yang mendalangi,”ungkap Hamas kepada awak media, melalui pers rilisnya Kamis, (10/4/2025).

Menurut Hamas Muda, polemik yang terjadi di tubuh paguyuban Ikatan Mahasiswa Aceh Tenggara (IKMAT) di Banda Aceh saat ini dinilai merupakan skenario politik dari Ketua Forbes DPRA Dapil VIII, H. Ali Basrah, S.Pd., M.M. Juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRA yang diusung oleh Partai Golongan Karya (Golkar)

Hamas Muda sendiri adalah seorang aktivis mahasiswa yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjelaskan,”saya dengar langsung dari mulut bapak H. Ali Basrah, S.Pd, M.M. yang merencanakan pencopotan Ketua IPMAT Banda Aceh akibat tidak bisa bungkam karena melakukan aksi demo di kantor DPRA, setelah beberapa hari demo tiba tiba muncul ketua IPMAT versi DPRA, ini kan benar-benar tidak sehat,”ungkap Hamas.

Lebih lanjut Hamas menambahkan, mengadu domba sesama mahasiswa adalah kejahatan moral yang luar biasa, melihat ada dua organisasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) di Banda Aceh, yang satu melakukan keritik dan yang satu lagi sebagai tameng untuk meredam kritik.

Semurni Pegerakan mahasiswa, adalah memberi kritik, bukan melindungi dan meredam apalagi untuk melindungi kepentingan DPRA, tentu moralitas mahasiswa yang melindungi kepentingan DPRA sudah rusak. “Saya sudah melakukan konfirmasi via WhatsApp ke oknum yang mengaku-ngaku sebagai ketua IPMAT Banda Aceh versi DPRA berinisial B dengan nomor WhatsApp 0822-9214-xxxx, hingga kini tak berani menjawab pertanyaan saya,” terang Hamas.

Bayangkan, lanjut Hamas, kelompok mahasiswa memuja dan melindungi DPR, seolah-olah DPR itu adalah malaikat yang suci. “Kalo menurut pandangan saya mereka sedang memuja dan melindungi koruptor,”tegas Hamas mengakhiri pernyataannya.

Wakil Ketua II DPRA H. Ali Basrah SPd, MM melalui pesan aplikasi WhatsApp kepada media ini Jumat (11/4/2025) menjelaskan untuk tidak terjadi fitnah terhadap siapapun termasuk dalam kasus IPMAT , saran saya, 1. Tolong apa buktinya saya yang memecah belah IPMAT, agar tidak ada fitnah dan adu domba, 2 . Sebagai orang tua saya dan kawan kawan memberikan nesehat (dalam SK Bupati posisi kami sebagai penasehat). Terima kasih. Tegas Ali Basrah, S.Pd, MM. (Dinni)

Read more

Local News