22.4 C
Munich
Selasa, Mei 26, 2026

Dairi Tinggalkan Bayang-Bayang “Paradoxal”, Bukti Kepemimpinan Berempati dan Tanggap

Must read

 

Dairi | suaraburuhnasional.com – Di bawah kepemimpinan Bupati Ir. Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Sagala, Kabupaten Dairi terus bergerak meninggalkan julukan sebagai “daerah paradoxal”. Istilah ini merujuk pada kondisi suatu wilayah yang memiliki potensi dan sumber daya melimpah, namun dalam kenyataannya masih dihadapkan pada ketimpangan sosial, ketidakadilan, hingga persoalan infrastruktur yang mendasar.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Bupati Vickner Sinaga dalam sebuah tulisan reflektif bertajuk “Negeri Paradoxal, Antitesis Budaya Warisan Leluhur”. Dalam narasi itu, ia menceritakan pengalamannya melakukan blusukan tanpa protokoler, demi melihat kondisi riil masyarakat di berbagai pelosok, termasuk saat menemui langsung genangan air di ruas jalan menuju ibukota kecamatan.

Bupati Vickner tidak sekadar mencatat, melainkan terlibat langsung dalam gotong royong darurat bersama Camat, Kepala Desa, dan jajarannya menutup genangan air dengan puing bangunan dan material seadanya. Langkah ini pun menjadi bentuk sindiran halus atas lemahnya koordinasi birokrasi di tingkat desa dan kecamatan. “Ketidakadilan ini harus diakhiri. Kembalikan kultur kesetiakawanan sosial, budaya warisan leluhur,” tegas Vickner Sinaga dalam catatan tersebut.

Tak berhenti pada aksi di lapangan, Bupati Dairi juga mendorong perubahan mindset aparat desa dan lurah melalui pelatihan “etos kerja profesional” yang difasilitasi langsung oleh pakar SDM nasional, Ir. Jansen Hulman Sinamo. Program ini dipadukan dengan diseminasi kebijakan pemerintah pusat untuk memastikan kesinambungan visi dan semangat efisiensi di era pelayanan publik yang semakin menuntut empati dan keadilan.

Salah satu hasil konkret dari proses ini adalah lahirnya deklarasi bersama para kepala desa dan lurah, yang berkomitmen untuk berpihak pada rakyat, terutama kalangan marjinal. Mereka juga berikrar mendukung penuh program “Jatagena” (Jalan Tanpa Genangan Air) serta menghidupkan kembali budaya gotong royong di lingkungan masing-masing.

Bupati Vickner berharap, langkah-langkah kecil yang bermula dari kepekaan di lapangan akan berbuah pada perbaikan besar di masa depan. “Kabupaten paradoxal? Tidak lagi, ya,” pungkasnya, menegaskan optimisme bahwa Dairi kini sedang berproses menuju daerah yang adil, berempati, dan beradab.

Semangat perubahan ini juga ia dedikasikan bagi diaspora Dairi di berbagai penjuru dunia, serta kepada adiknya, Prof. Dr. Junimart Girsang, yang baru saja menjalankan tugas negara sebagai Duta Besar untuk Italia, Malta, Siprus, dan lima organisasi dunia lainnya. (Clara.s)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article