dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Aceh Tenggara I suaraburuhnasional.com – Bencana Alam di Aceh Tenggara tahun 2025 sampai dengan bulan Juni telah terjadi sebanyak 20 kali. Bencana Alam kebakaran sebanyak 11 kali, banjir 1 kali warga hanyut 3 kali, angin puting beliung 2 kali, Karhutla 2 kali dan bencana alam Abrasi 1 kali. Korban meninggal dunia sebanyak empat orang.
Aceh Tenggara berduka pasalnya hingga sampai Juni ini telah terjadi bencana alam sebanyak 20 kali. Dengan korban meninggal dunia sebanyak empat orang. Jelas Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Asbi, ST kepada media ini melalui pesan WhastAap Minggu (13/7/2025).
Kata Kalaksa BPBD Aceh Tenggara Asbi, ST lebih lanjut menjelaskan yang paling banyak terjadi bencana alam yang terjadi yaitu bencana kebakaran terjadi sebanyak 11 kali. Lokasi kejadian pertama kali Kute (Desa) Lawe Pekhidien, Kute Lawe Kulok, Kute Biak Muli, Kute Lawe Tawakh, Kute Pulosepang, Kute Lawe Penagalan, Kute Tualang Baru, Kute Lang Lang Baru, Kute Lawe Bekung, Kute Ngkeran, Kute Lingge Alas dan Kute Bambel Gabungan. “Akibat kejadian bencana kebakaran tersebut korban meninggal dunia 1 orang, sedangkan rusak berat ada 38 unit rumah sedangkan rusak ringan ada 4 unit,”sebut Kalaksa BPBD Aceh Tenggara Asbi, ST.
Bencana Alam Banjir terjadi hanya 1 kali yang melanda Kute Kuning I, Kute Telalang, Kute Lawe Hijau, Kute Lawe Sagu hulu, Kute kandang mbelang mandiri, Kute Lawe Kulok dan Kute telesung. Akibatnya air melintas dan berlumpur. Jelas Asbi. ST. Sedangkan bencana alam warga yang hanyut sebanyak 3 kali lokasi Kute Tinggi, Kute perapat dan Kute Salim pipit. Akibatnya 3 orang meninggal dunia. Ujar Asbi ST.
Kejadian bencana alam angin puting beliung terjadi sebanyak 2 kali lokasi kejadian yaitu kute Aunan sepakat, Kute mbatu bulan Asli, Kute alas merancar, Kute Tinggi, Kute kaya Pangur dan Kute beriring Naru. Akibatnya Satu unit Rumah rusak berat dan 18 unit rumah rusak sedang. Ungkap Asbi, ST. Kejadian Bencana Alam Karhutla sebanyak 2 kali yang terjadi di Kute Pulo Sepang dan Kute Lawe Tungkal mengakibatkan 5 Hektar lahan perkebunan masyarakat. Kata Asbi.
Sedangkan bencana alam Abrasi terjadi hanya satu kali lokasi di Simpang Empat Tanjung Kecamatan Darul Hasanah akibatnya oprit jembatan rusak berat. Jadi jumlah bencana alam yang terjadi total sebanyak 20 kali. Tegas Kalaksa BPBD Aceh Tenggara Asbi ST mengakhiri keteranganya. (Dinni)

