14.7 C
Munich
Jumat, Juni 5, 2026

Sinergi Tanpa Batas Dankodaeral I dan Bupati Aceh Tamiang di Garis Depan Kemanusiaan

Must read

 

​Aceh Tamiang | suaraburuhnasional.com — Ketika jubah militer dan roda pemerintahan melebur dalam satu visi kemanusiaan, yang lahir adalah sebuah komitmen baja untuk rakyat. Di bawah atap Kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis (4/6/2026), sebuah pertemuan strategis kedatangan tamu penting. Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I), Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., melaksanakan kunjungan kehormatan (Courtesy Call) kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H.

​Pertemuan dua figur pemimpin berlatar belakang korps bhayangkara dan jangkar samudra ini jauh dari kesan seremonial kaku. Diskusi mengalir hangat namun berbobot, membedah peta taktis wilayah, merajut masa depan masyarakat pesisir, hingga merumuskan benteng pertahanan utama dalam menghadapi ancaman bencana alam yang kerap menguji ketangguhan Aceh Tamiang.

​Fokus utama yang memicu kedalaman dialog ini adalah mitigasi bencana alam, khususnya ancaman banjir musiman yang kerap melumpuhkan urat nadi kehidupan di wilayah berjuluk Bumi Muda Sedia tersebut.

​Dankodaeral I menegaskan, komitmen TNI Angkatan Laut tidak hanya berjangkar di lautan, tetapi juga tertanam kuat di daratan tempat masyarakat bertumpu. Kodaeral I memastikan kesiapan total alutsista dan personel untuk diterjunkan langsung ke jantung krisis.

​”Ketika bencana menyapa, ego sektoral harus runtuh. TNI Angkatan Laut siap pasang badan di garis depan bersama pemerintah daerah. Mulai dari kecepatan evakuasi, presisi distribusi logistik kemanusiaan, hingga pemulihan pascabencana. Sinergi ini adalah modal utama kita untuk melahirkan masyarakat yang tangguh dan tidak mudah rapuh oleh krisis,”tegas Laksamana Muda TNI Deny Septiana.

​Merespons komitmen totalitas tersebut, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyampaikan apresiasi tertingginya. Baginya, kehadiran TNI Angkatan Laut laksana pilar penopang yang memberikan rasa aman sekaligus kepastian di tengah ketidakpastian iklim.
​Lebih dari sekadar membahas manajemen krisis, pertemuan tatap muka ini juga menghasilkan cetak biru (blueprint) kolaborasi berkelanjutan yang mencakup tiga pilar utama:

​Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman yang bulat: memperpendek jarak birokrasi dan mempererat komunikasi. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kodaeral I sepakat bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah hukum tertinggi.

​Melalui sinergi yang elegan dan berbobot ini, kedua institusi mengirimkan pesan kuat kepada khalayak luas bahwa negara tidak pernah berjarak dengan rakyatnya. Dari ruang kerja yang penuh gagasan, hingga ke garis depan bencana yang penuh tantangan, kolaborasi ini siap menjadi tameng sekaligus motor penggerak kemajuan Aceh Tamiang yang berkelanjutan. (Liputan : Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article