22.8 C
Munich
Minggu, Mei 31, 2026

Mapolres Dairi Mencekam, Demo Tolak PT Gruti Berubah Anarkis, Aparat Jadi Korban Serangan Warga Parbuluan VI

Must read

 

Dairi | suaraburuhnasional.com – Situasi di Mapolres Dairi, Selasa (12/11/2025), berubah menjadi medan kekacauan. Aksi demonstrasi warga Parbuluan VI yang menolak kehadiran PT Gruti mendadak ricuh dan berujung bentrokan hebat. Ratusan massa bertindak brutal, melempari aparat kepolisian dengan batu, botol kaca, hingga siraman air cabai giling.

Aksi yang awalnya dijanjikan berlangsung damai seketika berubah menjadi teror. Dari pantauan di lapangan, aparat yang sedang berjaga di halaman Polres tak luput dari amukan massa. Lemparan batu dan botol bertubi-tubi menghantam barisan petugas hingga menyebabkan delapan personel mengalami luka-luka.

Sejumlah anggota polisi dilarikan ke Rumah Sakit Asa Sidikalang dan klinik Polres Dairi. Daftar korban di antaranya, Jois Marbun – luka robek di dahi dan kepala, Abdul Rahim – robek di telinga kanan, David Sitompul – luka robek di tangan, Simon Matanari – luka robek di jari
Dean – lebam di pipi, Joko Sasrio – iritasi mata akibat siraman air cabai, Ari – iritasi mata akibat air cabai, Day Lay – bengkak di kaki dan tangan.

Barang bukti berupa batu, botol kaca, dan cabai giling kini diamankan pihak kepolisian. Hasil awal penyelidikan mengindikasikan aksi ini bukan spontanitas, melainkan telah direncanakan secara sistematis. “Tindakan ini sudah sangat kejam dan tidak manusiawi. Aparat hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tapi justru diserang secara membabi buta,” ujar salah satu tokoh masyarakat Dairi dengan nada geram.

Situasi di sekitar Mapolres sempat mencekam. Petugas tambahan diterjunkan untuk mengendalikan kondisi dan mencegah kerusuhan meluas. Sementara itu, sebagian massa masih berkeliaran di sekitar kota Sidikalang, memicu kewaspadaan aparat.

Pihak kepolisian kini fokus mengidentifikasi aktor intelektual dan provokator di balik aksi anarkis tersebut. Seruan moral pun mengalir dari berbagai kalangan agar pemerintah pusat dan Kapolri segera mengambil langkah tegas. “Negara tidak boleh tunduk pada kekerasan. Menyampaikan aspirasi itu hak, tapi bukan dengan melempar batu dan menyiram air cabai kepada petugas,” tegas seorang pengamat sosial di Dairi.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Mapolres Dairi masih siaga satu. Aparat bersama pemerintah daerah terus berupaya menstabilkan keamanan agar situasi segera kondusif. Sementara puluhan pendemo dapat di amankan ,ratusan lainnya bubar dan berkeliaran. (Cs)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article