dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Nagan Raya | suaraburuhnasional.com – Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi Aceh menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader MKGR Tahun 2025 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Ormas MKGR di Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua MKGR Provinsi Aceh, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Bupati Nagan Raya, di Anjungan Pendopo Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Nagan Raya, Jumat (9/1/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menyampaikan bahwa Kabupaten Nagan Raya memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri, baik dari sisi sumber daya alam, budaya, maupun nilai religius yang menjadi identitas daerah.
Ia mencontohkan keberadaan Masjid Giok yang dikenal sebagai masjid pertama di dunia yang dibangun menggunakan batu giok, yang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Nagan Raya, tetapi juga Aceh, Indonesia, hingga dunia internasional. “Masjid ini menjadi simbol keindahan, keimanan, dan kebanggaan daerah, sekaligus menunjukkan potensi besar Nagan Raya dalam pengembangan wisata religi,” ujar TRK.
Menurutnya, Nagan Raya juga memiliki potensi wisata alam dan sejarah yang kuat, termasuk keterkaitan daerah tersebut dengan perjalanan Ormas MKGR di Provinsi Aceh, sehingga dinilai tepat menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan kaderisasi strategis.
Memasuki usia ke-66 tahun, TRK menegaskan bahwa MKGR telah menunjukkan konsistensinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang berperan menjaga persatuan, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta mendukung pembangunan nasional dan daerah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan organisasi ke depan semakin kompleks, sehingga penguatan kaderisasi melalui pendidikan dan pelatihan merupakan kebutuhan mutlak dan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan MKGR.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti diklat ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Jadikan diklat ini sebagai sarana pembelajaran, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai perjuangan MKGR,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Diklat Kader MKGR, Diar Sudarlin Idris, mengatakan bahwa Diklat Kader MKGR Tahun 2025 mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kader MKGR Berbasis Asta Cita dalam Semangat Gotong Royong”. Menurutnya, tema tersebut menegaskan pentingnya peran kader MKGR sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa peserta diklat berasal dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, sementara sejumlah daerah lainnya belum dapat mengirimkan perwakilan karena kondisi daerah yang belum sepenuhnya kondusif. (Didit)

