Belawan | suaraburuhnasional.com – Komitmen Polres Pelabuhan Belawan dalam memberantas akar peredaran narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil signifikan. Dalam sebuah operasi senyap yang presisi, Satuan Reserse Narkoba berhasil meringkus seorang pria berinisial AK (27), yang diduga kuat sebagai pengedar sabu di kawasan Jalan Veteran, Desa Manunggal, pada Senin (2/3).
Langkah tegas kepolisian ini bermula dari keresahan masyarakat yang kemudian dikonversi menjadi laporan intelijen. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim di bawah komando Kasat Narkoba AKP A.R. Riza langsung melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan akurasi target.
Puncaknya, petugas melakukan penggerebekan kilat di sebuah kediaman yang disinyalir menjadi titik transaksi. Tersangka AK ditemukan tak berkutik di area dapur rumahnya. Saat disergap, ia tertangkap tangan tengah menggenggam sejumlah paket barang haram tersebut sebuah bukti nyata yang tak dapat disangkal.
Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan aktivitas peredaran, antara lain: 10 paket plastik klip berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu. 1 buah dompet yang digunakan untuk menyembunyikan narkoba. 1 bungkus plastik klip kosong siap edar.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud sinergi antara Polri dan masyarakat. ”Penangkapan ini adalah respons cepat kami atas aspirasi warga yang mendambakan lingkungan bersih dari narkoba. Tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami jaringan di atasnya,”ujar AKP A.R. Riza dengan nada tegas.
Polres Pelabuhan Belawan kembali menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab kolektif. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu menjadi “mata dan telinga” bagi pihak berwajib demi memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika yang merusak generasi bangsa. Kini, AK terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, sementara penyidik terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut. (NS)


