dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Deli Serdang | suaraburuhnasional.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam menciptakan wilayah bebas narkotika kembali ditegaskan melalui aksi nyata. Pada Minggu dini hari (5/4/2026), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang memimpin operasi gabungan berskala besar untuk membongkar dugaan penyalahgunaan narkoba di titik-titik hiburan malam (THM) yang selama ini meresahkan publik.
Operasi yang berlangsung dalam kesunyian dini hari, mulai pukul 01.00 hingga 04.00 WIB ini, tidak hanya sekadar pemeriksaan rutin. Ini adalah pesan keras bagi para pelaku peredaran gelap narkotika bahwa tidak ada ruang aman bagi mereka di Deli Serdang. Di bawah komando langsung Kepala BNNK Deli Serdang, Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon, SH, MH, tim terpadu yang terdiri dari personel Polresta Deli Serdang, Kodim 0204/DS, serta Satpol PP Pemkab Deli Serdang bergerak menyisir lokasi-lokasi yang dinilai rawan.
Langkah ini merupakan implementasi konkret dari program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang tengah digalakkan secara nasional. Berdasarkan hasil tes urine di lapangan, petugas menemukan fakta mencengangkan di beberapa titik lokasi. Berikut adalah rincian signifikannya:
Citra Cemara Karoke : Dari 16 orang yang menjalani pemeriksaan, 9 orang dinyatakan positif. Mayoritas terpapar zat methamphetamine (sabu) dan amphetamine (ekstasi). Sean Cafe: Dari 11 pengunjung yang diperiksa, 1 orang terbukti positif mengonsumsi kombinasi methamphetamine dan amphetamine. Sementara itu, di DEC (Hotel Deli Indah) dan Maya Cafe, seluruh pengunjung yang diperiksa menunjukkan hasil negatif.
Beberapa THM terpantau mendadak tutup saat petugas tiba, yang memicu dugaan adanya kebocoran informasi atau upaya penghindaran dari pemeriksaan aparat. Ditemui pada Senin (6/4/2026), Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon menegaskan bahwa operasi ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar penindakan hukum.
”Kami tidak akan berhenti di sini. Razia gabungan ini akan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Selain memutus rantai peredaran narkoba, kami juga bergerak untuk menertibkan izin usaha yang nakal. Ini adalah upaya kolektif untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan rasa aman yang hakiki bagi masyarakat,”tegasnya dengan lugas.
Langkah tegas BNNK Deli Serdang ini mendapat apresiasi luas. Masyarakat berharap tindakan ini mampu membersihkan citra tempat hiburan malam dari stigma “sarang narkoba” dan mengembalikan fungsi hiburan yang sehat bagi warga Deli Serdang.
Kini, bola panas berada di tangan pengelola tempat hiburan untuk memperketat pengawasan internal mereka atau berhadapan dengan sanksi hukum yang lebih berat di masa mendatang. (Liputan: Nelson Siregar)

