dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Marelan | suaraburuhnasional.com – Di bawah komando komitmen yang tak tergoyahkan, Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan kembali menorehkan prestasi dalam menjaga marwah wilayah hukumnya. Sebuah operasi penggerebekan yang presisi berhasil memutus rantai peredaran gelap narkotika di kawasan Pasar II Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (6/5).
Langkah taktis ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan tidak memberikan ruang sekecil apa pun bagi para perusak generasi bangsa untuk bernapas. Keberhasilan ini bermula dari keberanian masyarakat yang menolak tunduk pada ketakutan. Laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka direspons dengan kecepatan kilat oleh Korps Bhayangkara.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., mengungkapkan bahwa operasi ini adalah buah dari sinergi harmonis antara kepolisian dan masyarakat yang rindu akan lingkungan yang bersih dari narkoba.
”Kami tidak hanya sekadar menangkap pelaku, kami sedang berupaya memutus urat nadi peredaran gelap yang mengancam masa depan anak cucu kita. Informasi dari masyarakat adalah senjata paling tajam dalam perang ini,”tegas AKP A.R. Riza dengan nada berwibawa.
Dalam operasi yang berlangsung dramatis tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga aktor utama dengan peran berbeda: J (48): Sang motor penggerak sekaligus pemilik utama kristal putih mematikan. S (33): Tangan kanan yang bertugas mengelola aliran dana hasil transaksi. A (51): Seorang pria yang terjerat dalam lingkaran kelam sebagai pengguna.
Meski sempat berupaya menyamarkan jejak, kejelian petugas di lapangan berhasil menemukan barang bukti yang berserakan di lantai lokasi penggerebekan. Petugas menyita dua paket klip berisi sabu, peralatan konsumsi (pipet runcing), alat komunikasi, serta sejumlah uang tunai yang menjadi saksi bisu transaksi haram tersebut.
Kini, ketiga tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Penyidik tengah melakukan pendalaman guna memetakan kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik figur-figur tersebut.
Polres Pelabuhan Belawan menegaskan bahwa penangkapan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari intensifikasi pemberantasan narkotika secara masif. Pesan yang dikirimkan sangat jelas: Tidak ada tempat aman bagi bandar dan pengedar di tanah Belawan. (Liputan : Nelson Siregar/Hms)

