Rabu, Mei 13, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

UPT SMPN 5 Medan Lepas 343 Siswa Menuju Gerbang Kesuksesan

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

Labuhan | suaraburuhnasional.com – Atmosfer haru dan kebanggaan membuncah di pelataran UPT SMP Negeri 5 Medan yang berlokasi di Jalan Stasiun Besar Kel. Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, di bawah langit cerah Rabu pagi (13/5/2026), sebanyak 343 siswa kelas IX mengikuti prosesi perpisahan tak terlupakan dalam tajuk Pentas Seni dan Pelepasan Siswa-Siswi Tahun Ajaran 2025/2026.

Mengangkat tema visioner “Era Menanti, Kita Berseri: Meraih Mimpi Membangun Negeri”, seremoni ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan momentum transformasi bagi para tunas bangsa untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala UPT SMPN 5 Medan, Syahbilal, S.Pd., M.Si., memberikan pidato yang sarat akan emosi dan harapan. Di penghujung masa pengabdiannya, beliau membawa kabar progresif mengenai masa depan institusi yang dipimpinnya. Dirinya mengumumkan bahwa sekolah akan menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,6 Miliar pada Tahun Anggaran 2026/2027.

“Saya ingin memastikan warisan terbaik bagi sekolah ini sebelum masa tugas saya berakhir. Saat ini, kita telah mencapai standarisasi ideal: seluruh siswa belajar di pagi hari, dan seluruh tenaga pendidik kita telah berstatus P3K serta tersertifikasi. Ini adalah fondasi baja bagi kualitas pendidikan di SMPN 5,”tegas Syahbilal.

Dirinya juga menitipkan pesan imperatif kepada para alumni agar tidak memutus rantai pendidikan. “Pendidikan adalah harga mati. Jangan ada satu pun anak kami yang berhenti di sini; SMA dan SMK menunggu kalian untuk ditempa menjadi arsitek masa depan negeri.”

Pesan mendalam juga datang dari Ketua Komite, Syahran yang menekankan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan berarti tanpa keluhuran adab. Ia mengingatkan para siswa untuk selamanya menjaga marwah guru. “Guru adalah pelita abadi. Tidak ada istilah ‘bekas guru’ dalam kamus kehidupan. Sampai kapan pun, muliakanlah mereka yang telah membentuk karaktermu.”

Mengingat banyaknya alumni SMPN 5 yang telah sukses di berbagai lini pemerintahan, dirinya berpesan agar lulusan tahun ini menjauhi penyakit sosial. “Jadilah manusia yang memberi manfaat bagi sesama, bukan menjadi ketua begal atau pelaku kriminalitas yang merusak masa depan.”

Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan, Dr. Riki Priyani, turut hadir memberikan apresiasi. Dalam sambutannya, ia memaparkan konsep keberhasilan yang diadopsi dari sistem pendidikan maju di Jerman, yakni sinergi ketat antara Orang Tua, Siswa, dan Guru. “Tiga tahun adalah perjalanan pembentukan jati diri. Ambil kesan baiknya, tingkatkan karakter, dan jangan pernah merasa puas dalam menuntut ilmu. Jaga nama baik almamater SMPN 5 di mana pun kaki berpijak,” pesannya

Sebagai wujud nyata dari sekolah yang terus bertransformasi, dalam acara tersebut juga diumumkan rencana pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) pada tahun 2027 mendatang. Hal ini semakin memperkokoh posisi SMPN 5 Medan sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Acara ditutup dengan pagelaran seni yang memukau. Tari-tarian budaya dan ekspresi kreativitas siswa menjadi bukti nyata bahwa di tangan pendidik yang tepat, generasi muda Medan Labuhan siap menyongsong “Era Menanti” dengan penuh kepercayaan diri. (Liputan: Nelson Siregar)

Read more

Local News