29.3 C
Munich
Minggu, Mei 24, 2026

Menembus Gulita Blackout Sumatra Sinergi 150 Personel Gabungan Amankan Gerbang Ekonomi Belawan

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Kelumpuhan total pasokan listrik (blackout) yang melanda lima provinsi di Pulau Sumatra sejak Jumat (22/5/2026) malam, direspon dengan siaga satu oleh aparat penegak hukum. Mengantisipasi eskalasi kriminalitas di tengah kota yang gulita, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan menggelar operasi skala besar melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), mulai Sabtu (23/5/2026) pukul 22.00 WIB hingga fajar menyingsing pada Minggu (24/5/2026) pukul 06.00 WIB.

​Langkah taktis ini diambil bukan tanpa alasan. Belawan, sebagai salah satu urat nadi logistik dan gerbang ekonomi penting, memiliki kerawanan tinggi saat sistem keamanan konvensional lumpuh akibat padamnya daya. Kegelapan sering kali menjadi ruang perlindungan bagi pelaku kejahatan jalanan (street crime).

​Secara spesifik, operasi preventif ini dirancang untuk memetakan dan mempersempit ruang gerak premanisme, praktik pungutan liar (pungli), aksi pelemparan kaca truk/mobil, hingga ancaman klasik tindak pidana 3C: pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

​Menyadari luasnya wilayah yang harus diproteksi, operasi ini mengedepankan soliditas antar matra. Sebanyak 150 personel gabungan diterjunkan ke titik-titik krusial. Pasukan elit dan penegak hukum yang terlibat di antaranya meliputi:
​Unsur militer Pomal Kodaeral 1 Belawan dan Sub Denpom 1/5 Belawan,
​Pasukan taktis Sat Brimobda Polda Sumut,
​Personel pengamanan wilayah Polres Pelabuhan Belawan, serta
​Penegak Perda dari Satpol PP Kota Medan.

​Apel kesiapan pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Dedy Dharma, S.H., digelar di Posko Pengamanan Terpadu Depo PT JIU, Jalan Stasiun, Kelurahan Belawan II sebuah kawasan strategis yang menjadi episentrum pergerakan logistik.

​”Operasi KRYD malam hingga pagi ini adalah manifestasi konkret dari instruksi tegas Kapolda Sumut, Irjen Pol Wishnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., dan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Effendi, S.I.K., M.Si. Di tengah situasi darurat energi ini, negara tidak boleh absen. Kami hadir di lapangan untuk memastikan bahwa stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan tetap kokoh, aman, dan kondusif,” ujar Kompol Dedy Dharma di hadapan barisan personel gabungan.

​Sebagaimana diketahui, gangguan masif pada sistem jaringan pembangkit dan transmisi interkoneksi telah memutus aliran listrik secara mendadak di Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat, Riau, hingga Jambi. Di saat aktivitas publik melambat akibat tiadanya daya, kehadiran patroli gabungan dengan rotator biru yang membelah kegelapan memberikan efek deteren (penggentar) bagi pelaku kejahatan, sekaligus menjadi oase rasa aman bagi masyarakat.

​Melalui penyisiran konsisten di jalur-jalur rawan penyamunan dan kawasan padat penduduk, Polres Pelabuhan Belawan bersama instansi terkait berhasil mengawal malam kritis pasca-blackout tanpa ada gejolak kamtibmas yang berarti. (Liputan : Nelson Siregar/Hms)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article