24.8 C
Munich
Selasa, Juni 23, 2026

Evakuasi Cepat ABK KM Emirates di Jantung Laut Banda Aceh

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com — Laut lepas selalu menyimpan cerita tersendiri, termasuk kedaruratan yang datang tanpa permisi. Di tengah hamparan ombak Samudera Hindia, komitmen kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI Angkatan Laut. Melalui gerak cepat Pos TNI AL (Posal) Lampulo di bawah Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I), sebuah misi evakuasi darurat berhasil dilaksanakan terhadap seorang nelayan yang mengembuskan napas terakhirnya saat mengarungi laut, Selasa (23/6/2026).

​Peristiwa pilu tersebut menimpa Zulkifli Bendeh, seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Emirates GT 60 asal Aceh Timur. Di tengah rutinitas mencari nafkah, takdir berkata lain. Korban mendadak mengalami gangguan kesehatan serius pada Senin (22/06) sekira pukul 15.00 WIB, saat kapal tangkap ikan tersebut sedang berlindung di area rumpon pada koordinat 03°02’04” LU – 96°42’45” BT.

​Kronologi di Tengah Laut:
Korban tiba-tiba kehilangan kesadaran dan sempat mengalami kejang di tengah waktu istirahat kru. Kendati rekan-rekan sesama nelayan telah berupaya memberikan pertolongan pertama dengan peralatan seadanya, nyawa Zulkifli tidak dapat tertolong. Menyadari situasi darurat tersebut, Nakhoda KM Emirates, Irwan, langsung mengambil keputusan krusial: memutar haluan dan memacu mesin kapal sekencang mungkin menuju Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kuta Raja Lampulo, Banda Aceh.

​Kabar duka yang memecah kesunyian laut itu akhirnya sampai ke daratan pada Senin malam. Menerima laporan dari masyarakat nelayan, Posal Lampulo langsung bergerak cepat dalam senyap. Koordinasi lintas instansi segera dijalin secara melekat melibatkan otoritas pelabuhan hingga tim medis guna memastikan seluruh instrumen evakuasi telah siap sedia sebelum kapal bersandar.

​Langkah taktis ini membuahkan hasil. Pada Selasa pagi pukul 10.45 WIB, begitu lambung KM Emirates menyentuh Dermaga PPS Kuta Raja Lampulo, tim gabungan TNI AL telah bersiaga penuh. Proses evakuasi jenazah dilakukan secara taktis, tertib, dan penuh khidmat, untuk kemudian langsung dihantarkan menuju rumah duka di Aceh Timur guna diserahkan kepada pihak keluarga.

​Aksi tanggap darurat yang diperlihatkan oleh jajaran Kodaeral I ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan pengejawantahan nyata dari jati diri TNI AL yang profesional dan humanis. Di bawah panji kemanusiaan, TNI AL membuktikan bahwa menjaga laut bukan hanya soal kedaulatan teritorial, tetapi juga tentang menjaga keselamatan dan memberikan rasa aman bagi setiap nyawa yang bergantung pada samudera. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article