Belawan | suaraburuhnasional.com – Ada cara-cara elegan yang melampaui sekat birokrasi dalam merawat harmoni sosial, dan sepak bola adalah salah satu instrumen terbaiknya. Di bawah langit pagi pesisir Belawan, atmosfer magis Piala Dunia 2026 bertransformasi menjadi panggung hangat yang menyatukan hati para pemangku kebijakan (stakeholders) dan masyarakat akar rumput.
Adalah Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) I/5 Medan, Letkol Cpm Atep Priatna, S.H., M.Tr., Mil., M.Han., yang menginisiasi ruang perjumpaan humanis ini melalui gelaran Nonton Bareng (Nobar) akbar pada Minggu (12/7/2026) pagi.
Didampingi Komandan Subdetasemen Polisi Militer (Dansubdenpom) 1/5-1 Belawan, Lettu Cpm Pebruari Pardamean Tobing, S.H., pelataran depan PDAM Belawan di Jalan Serma Hanafiah seketika disulap menjadi ruang publik yang hidup. Laga sengit antara Argentina dan Swiss bukan lagi sekadar tontonan, melainkan medium komunikasi sosial yang mencairkan kekakuan formalitas.
Menatap layar lebar yang terbentang, ratusan pasang mata warga lokal duduk berdampingan tanpa jarak dengan para tokoh strategis wilayah. Hadir di tengah riuhnya sorak penonton: AKP Banor Limbong, S.H. (Kapolsek Belawan), Iptu Rudi Pramudia, S.H. (Kasi Provos Polres Pelabuhan Belawan), Yose Ferri (Sekcam Medan Belawan), perwakilan elit dari Kodam I/Bukit Barisan serta Koramil 09/Belawan, Ustadz Tgk Zakaria Yusuf (Ketua Kolaborasi Belawan Berkah), perwakilan dari Imigrasi Kelas II TPI Belawan Carles Pandiangan.
Kehadiran para tokoh lintas instansi ini memancarkan pesan simbolis yang kuat: bahwa keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan Belawan hanya bisa dirawat jika seluruh elemen duduk bersama dalam satu frekuensi yang sama.
Di sela-sela gemuruh riuh penonton yang larut dalam ketegangan pertandingan, Letkol Cpm Atep Priatna menyampaikan pandangannya. Bagi perwira menengah dengan latar belakang akademik multisektoral ini, kebersamaan di Belawan adalah potret sejati dari kemanunggalan TNI dan rakyat.
”Sepak bola selalu memiliki bahasa universal yang melampaui perbedaan pangkat, jabatan, maupun latar belakang. Apa yang kita saksikan hari ini bukan sekadar nobar, melainkan ikhtiar kolektif untuk menanam rasa saling percaya. Terima kasih atas ketulusan sinergi dari seluruh stakeholder dan masyarakat Belawan yang hadir,” tutur Letkol Cpm Atep Priatna dengan nada berwibawa namun menyentuh.
Merespons antusiasme publik yang begitu masif, Dandenpom I/5 Medan langsung memberikan kepastian yang dinanti-nanti oleh warga: sebuah janji untuk menghadirkan atmosfer yang jauh lebih megah pada partai puncak turnamen.
”Energi positif hari ini terlalu indah untuk disudahi. Maka, sebagai bentuk apresiasi kami kepada masyarakat Belawan, kami pastikan momentum serupa dengan skala yang lebih akbar akan kembali kita gelar pada partai final Piala Dunia nanti,” tegasnya, disambut tepuk tangan riuh yang memecah keheningan pagi.
Drama di atas lapangan hijau berakhir seiring ditiupnya peluit panjang yang mengunci kemenangan meyakinkan Argentina atas Swiss dengan skor 3 – 1. Namun, saat layar dipadamkan dan warga mulai membubarkan diri dengan senyum terkembang, semua orang tahu bahwa pemenang sejati pagi itu bukan sekadar tim di lapangan.
Pemenang sejatinya adalah masyarakat Belawan dan jajaran aparat yang pulang membawa oleh-oleh berharga: sebuah komitmen bahwa silaturahmi telah terajut lebih erat, dan sinergitas kini berdiri di atas pondasi yang jauh lebih kokoh. (Liputan : Nelson Siregar/AH)


