16.4 C
Munich
Minggu, Juni 14, 2026

Muaz Miliki Alasan Kuat Pilih Paslon Wali Kota – Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Nomor Urut 2

Must read

 

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com – Muaz Hawariy Nada B.HSc. (MHN) mengatakan, ada kesenjangan kapabilitas dan jam terbang antar para Calon Wali Kota di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tebing Tinggi saat ini.

Muaz secara gamblang menyatakan hal ini bahwa kompetisi politik hari ini sangat jelas mempertontonkan ketidaksetaraan jam terbang dan kapabilitas antar satu calon dengan calon lainnya. Dijelaskan Muaz, bahwa ada 3 Pasangan Calon (Paslon) yang sudah secara resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tebing Tinggi pada Pilkada serentak di Kota Tebing Tinggi. Masing-masing Calon Wali Kota itu adalah Ketua Partai dari masing-masing partainya. Calon Wali Kota Nomor Urut 1 adalah Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Tebing Tinggi, kemudian Calon Wali Kota Nomor Urut 2 berasal dari Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tebing Tinggi dan Calon Wali Kota Nomor Urut 3 berasal dari Ketua Partai PDI Perjuangan Kota Tebing Tinggi.

Berdasarkan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lanjut Muaz, kita melihat bahwa dibawah kepemimpinan Oki Doni, yang dalam pengalamannya sebagai mantan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi sekaligus sebagai Ketua Partai Nasdem berhasil mempertahankan jumlah kursi di parlemen dan menjadikan partai Nasdem sebagai peraih suara terbanyak pada Pileg Kota Tebing Tinggi. Kemudian, kita juga sudah menyaksikan sebuah catur politik yang sangat elegan dipertontonkan oleh Calon Wali Kota Nomor Urut 2, Basyaruddin Nasution, seorang tokoh yang terbukti berhasil meningkatkan jumlah kursi partai yang ia pimpin sekaligus berhasil menguasai sektor legislatif dengan 5 kursi di parlemen. Basyaruddin Nasution berhasil mendewasakan skema politik yang terkesan erat dengan feodalisme dan monopoli.

Basyaruddin menunjukkan perspektif yg terkesan lebih membaur kepada masyarakat, terbukti beliau tidak bertumpu pada peran-peran segelintir elit yang cenderung membuat politik menjadi statis, dengan sangat konkrit beliau meregenerasi keterlibatan masyarakat akan politik dengan merotasi dan memenangkan nama-nama baru pada kelima kursi fraksi Partai Golkar di legislatif, ini bentuk kematangan politik yang patut diapresiasi dan wajib menjadi penilaian bagi warga.

Kemudian ada satu calon yang dalam posisinya sebagai ketua partai dan mantan Wakil Ketua DPRD, namun belum mampu menduduki kursi legislatif pada Pileg yang notabene hanya berlingkup kecamatan, kemudian sekarang ingin berkontestasi pada tingkat Wali Kota. Saat ini Kita perlu pemimpin yang gagasannya universal, pemimpin itu harusnya sudah selesai untuk urusan mendasarnya secara pribadi, harusnya sudah mampu mengakomodir dan tempat bertumpunya berbagai kelompok serta masyarakat luas. Dengan demikian kita butuh pemimpin yang akan kita amanahkan untuk mengurusi hidup 170 ribu jiwa penduduk Kota Tebing Tinggi.

Singkatnya, jika dianalogikan pada spektrum yang lebih real, seorang tokoh ketua partai yang terbukti sukses mendominasi parlemen dengan kursi mayoritas, lalu secara sangat berani melepaskan jabatannya sebagai ketua DPRD untuk berkontestasi di eksekutif, apa mungkin kita bandingkan dengan seseorang yang bahkan gagal mendapatkan 1 kursi untuk dirinya sendiri? Jelas terlihat timpang pada kapabilitas dan rekam jejak antar calon pemimpin tersebut, namun saya tetap mengapresiasi kepercayaan diri beliau dan keterlibatan beliau dalam pesta politik hari ini,” papar Muaz.

Muaz selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat independen dan selalu membangun hubungan dengan berbagai pihak, namun kali ini telah menyatakan sikap dan pilihan untuk mendukung Paslon Nomor Urut 2, yaitu Basyaruddin Nasution – Erlis Afriyanti. Pernyataan sikap dan dukungan yang ia berikan terhadap Paslon Nomor Urut 2 tentu memberi pengaruh yang sangat besar, mengingat kiprah dan latar pendidikan yang ia miliki sebagai analis politik internasional sekaligus pengusaha. Sikap yang diambil muaz selalu berasaskan pada alasan yang kuat dan rasionalitas yang dianggap mampu memecah kebuntuan para pemilih muda hari ini.

Muaz memuji dan mengapresiasi niat baik dan keberanian Basyaruddin Nasution utk mengundurkan diri dari posisinya sebagai pimpinan DPRD Tebing Tinggi. Secara pribadi beliau, itu menunjukkan bahwa beliau berada di level yang berbeda dan tidak sekadar menikmati zona nyaman. Kiprah beliau sebagai pimpinan salah satu partai terbesar juga sudah jelas terbukti dengan keberhasilannya meningkatkan jumlah fraksi partainya di DPRD, bahkan mampu mengaderisasi senator-senator baru untuk lolos ke parlemen.

“Saya lihat dari visi dan misi dan setelah beberapa kali berdiskusi mendalam dengan Bapak Basyaruddin Nasution, S.H., M.H., beliau sangat matang dalam perencanaan kebijakan sektoral yang menyangkut perbaikan infrastruktur, peningkatan pangan serta perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kota Tebing Tinggi,” kata Muaz, Sabtu (9/11/2024).

Masih kata Muaz menambahkan, lebih-lebih dari sektor bisnis dan umkm, saya banyak kecocokan dan sepakat dengan pola yang Basyaruddin Nasution ingin terapkan, saya yakin wawasan beliau terhadap dunia pemerintahan dan dunia usaha ada di level yang berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya,” ujarnya.

Menurut Muaz, dalam perspektif ilmiah, politik itu memang sangat dinamis, namun dinamika tersebut hanya mampu disetir oleh tokoh-tokoh dengan jam terbang dan kematangan berpolitik yang cukup, tentu tetap mengacu pada kepentingan orang banyak. Analisis dasar yang saya coba jabarkan tadi mungkin bisa dijadikan pertimbangan baru oleh masyarakat awam guna memilih calon pemimpin yang pantas untuk Kota Tebing Tinggi.

“Saya juga akan turut serta mengajak dan berjuang agar anak muda dan milenial dapat menjadikan masa kampanye Pilkada Tebing Tinggi sebagai ajang untuk mengasah dan menguji kapasitas masing-masing Calon pemimpin. Saya tidak mungkin bisa memaksa semua orang untuk memilih Paslon Nomor Urut 2 pada Pilkada 27 – November – 2024, yang mungkin bisa saya coba perjuangkan adalah bagaimana agar para pemilih bisa memilih dengan alasan yang kuat, bukan hanya sekadar mengikut-ngikut. Untuk itu, sangat penting bagi para pemilih muda melihat ke sisi yang lebih substansif dan rasional, jangan berkutat pada unsur emosional, fitnah, politik identitas, black campaign dan hal-hal yang tidak mendidik lainnya.

Muaz juga menyampaikan bahwa anak-anak muda harus belajar memutuskan dan menjadi independen pada pilihannya. Independen jangan diartikan sebagai netral dan tidak memilih keberpihakan. Independensi adalah ketika kita memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan sikap dan memilih apa yang kita yakini tanpa intervensi dari pihak manapun. Dan sebagai kesimpulan, saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya sangat independen dan memiliki alasan yang kuat untuk memilih pasangan Calon Wali Kota – Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Periode 2024 – 2029 Nomor Urut 2,” pungkas Muaz. (Alfian Haris)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article