Aceh Tenggara I suaraburuhnasional.com – Rumah Dinas Kepala Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Pembagunan Pertanian(SMK – .PP). Yang berada di dalam komplek sekolah yang beralamat di Kute (Desa) Porwodadi Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Dilempari siswa SMK PP dengan batu mengakibatkan kaca rumah pecah. Rabu (15/1/2025), Kepsek juga dipukul oleh siswa.
Siswa siswi SMK PP mengamuk dan melempari rumah dinas Kepala sekolah bermula dari adanya kecekcokan kepsek dan istrinya. Istri kepsek mendengar isu dari siswi bahwa kepsek sering masuk asrama putri tanpa mengetuk pintu.
Karena adanya kecekcokan tersebut Kepsek SMK PP minta kepada siswi dari kelas 1 sampai kelas 3 agar membuat peryataan di atas materai. Siswi membuat peryataan bahwa kepsek tidak pernah masuk ke asrama putri tanpa salam.
Siswi tersebut di bawah tekanan kepsek menulis peryataan tersebut di atas materai bagi siswi yang tidak membuat peryataan tersebut akan dilempar dengan papan tulis. Intimidasi tersebut di lakukan kepsek saat di ruang musala.
Pada pukul 18.00 Wib. Siswa siswi dari kelas 1 sampai kelas 3 akhirnya mengamuk dan melempari rumah dinas kepsek mengakibatkan kaca rumah Dinas kepsek pecah. Tidak puas hanya melempari kaca rumah para siswi sebagian sudah kerasukan (tidar sadar) mengejar kepsek dan menarik baju, rambut serta memukul kepsek.
Kejadian tersebut sampai pada malam hari bahkan sejumlah guru yang mencoba menenangkan murid malah terkena amukan siswa siswi SMK PP. Pada malam itu juga Kepsek SMK PP Muhammad akhirnya diamankan di Polres Aceh Tenggara. Jelas sejumlah siswa kepada media ini.
Kepala Sekolah SMK PP Kabupaten Aceh Tenggara Muhammad SP. M.Si. mempunyai perilaku yang kejam dan tidak memiliki perikemanusiaan. Pasalnya Kepsek SMK Muhammad. SP. M. Si. Tega mengurung siswi yang sedang sakit di asrama putri tanpa diberi makan dan minum dari pagi hingga sampai malam. Ungkap sejumlah siswi di depan Asrama Putri pada Kamis (16/1/2025).
Kata siswi tersebut lebih lanjut menjelaskan, kekejaman yang dilakukan terhadap siswi putri dari kelas 1, 2 dan 3 di kunci dalam asrama Putri tanpa diberi makan dan minum, ada siswi kelas 1 yang berinisial AT dan Id yang sedang dalam keadaan sakit di kunci dalam kamar tidak dikasih makan dari pagi sampai dengan malam. Pada pukul 23. 00. Wib baru makan dibeli oleh para guru. Setelah siswa SMK PP Mengamuk.
“Kami makan memang di beri tiga kali dalam satu hari tapi lauk yang kami makan tidak berprikemanusiaan. Lauk kami, pakai telur dadar yang sangat tipis satu telur bisa untuk 3 orang siswi dan ikan Muzahir yang di beri kepada kami sudah tidak layak untuk di konsumsi. Pasalnya ikan Muzahir tersebut sudah berwarna biru dan bahkan sudah ada ulatnya.”jelas sejumlah Siswi SPP.
Kami selama ini minum langsung dari kran air PDAM kami tahu air yang kami minum tidak steril bahkan mengudang penyakit untuk diri kami sendiri. Namun hal tersebut terpaksa kami lakukan dari pada kami mati kehausan. Ujar Siswi tersebut. Perilaku kepala sekolah SMK PP Muhammad semakin menjadi bahkan sering masuk kedalam kamar Asrama Putri, saat didepan kamar kami kepsek mengetuk pintu kamar saja tanpa bersuara. Setelah pintu kami buka
Kepsek langsung masuk dalam kamar tanpa dipersilakan oleh siswi. Ujar siswi tersebut. Kepsek sering kali berdiri dihadapan asrama putri sambari bertolak pinggang dan memegang HP di kala waktu jam kami mandi. Bahkan kepsek tersebut membuat video kami saat keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saat keluar dari kamar mandi. Bahkan pernah ada kepsek memegang celana dalam dari kamar mandi. “Sambari mengatakan apa masih layak dipakai anak gadis celana dalam seperti ini,” sebut siswa menirukan ucapan kepsek.
Ironisnya Asrama Putri SPP tidak memiliki ibu Asrama Putri maupun Asrama putra tidak memiliki Bapak Asrama. Semestinya asrama putri dan asrama putra memiliki agar siswa siswi memiliki pengawasan. Karena tidak ada pengawas asrama yang mengakibatkan kepsek bebas berbuat keluar masuk asrama Putri. Peristiwa ini telah lama kami alami. Tegas sejumlah siswa tersebut.
Harapan kami sebagai siswa siswi SMK PP agar Kepala Dinas Pendidikan Aceh secepatnya untuk mencopot jabatan sebagai kepsek SMK PP demi berlangsungnya sekolah SMK PP kedepannya. Kami juga minta kepada Aparat Penegak Hukum khususnya Polres dan Kajari agar melakukan penyelidikan dana makan minum siswa dan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) . Pungkas sejumlah siswa siswi SMK PP.
Salah satu guru Sekolah SMK PP mengatakan Kepala Sekolah pernah membawa celana dalam, soptek dan Bra siswi ke kantor sekolah. Kami merasa tidak nyaman dengan perilaku kepsek tersebut. Selain itu perilaku kepsek sangat arongan yang tidak mencerminkan sebagai pendidik. Ujar guru tersebut kepada sejumlah media.
Di tempat terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Jupria, S. PD. di ruang kerjanya Kamis (16/1/2025) membenarkan kejadian adanya siswa siswi tersebut mengamuk hingga memecahkan kaca rumah dinas kepsek yang berada di komplek sekolah SMK PP dan memukul kepsek serta sejumlah guru.
Kata Jupria lebih lanjut menjelaskan, Kepsek akhirnya diamankan di Polres Agara guna menghindari amukan siswa sedangkan istri dan anaknya diamankan di kediaman kerabat beliau. Pada pukul 01.30 Wib dini hari kepsek akhirnya keluar dari Polres Aceh Tenggara karena kondisi sudah aman. Kepsek akhirnya menginap di kediaman kerabatnya.
Saya juga sudah menyarankan kepada kepsek SMK PP agar tingal di mess kantor Cabang Dinas pendidikan Aceh . Agar tidak menyusahkan para kerabat kepsek. Karena kita memiliki kamar yang layak ditempati. Ujar Jupria
Setelah mendengar keterangan guru dan siswa siswi SMK PP saat rapat tadi yang dilaksanakan di aula perpustakaan SMK PP yang di hadiri oleh kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara Riskan SP, Anggota DPRA Yahdi Hasan Ramud dari Partai Aceh dapil 8. maka saya mengambil tindakan dan menjamin proses belajar mengajar pada sekolah SMK PP akan berjalan seperti biasanya. Jelas Jupria.
Saya juga telah memberi tugas kepada guru yang senior di sekolah tersebut untuk menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepsek tersebut. Informasi yang saya dengar bahwasanya Kadis Pendidikan Aceh akan turun ke Aceh Tenggara selain itu tim dari Dinas pertanian juga sedang dalam perjalanan dinas ke Aceh Tenggara terkait insiden tersebut. Ungkap Jupria
Demi kelangsungan Sekolah SMK PP saya berharap kepada pihak yang berkompeten agar menepatkan kepsek yang lebih berpotensi memimpin pada Sekolah SMK PP tersebut. Yang jelas saya tidak mungkin memberi rekomendasi kepada Muhammad untuk menjabat sebagai kepsek.Tegas Jupria mengakhiri. (Dinni)


