Dairi | suaraburuhnasional.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Dairi mengakibatkan longsor di jalan menuju Kecamatan Silahisabungan pada Selasa (25/2/2025). Akibatnya, akses menuju kawasan wisata Tao Silalahi terdampak parah dengan sedikitnya 10 titik longsor yang menghalangi jalan.
Hingga Rabu (26/2/2025), tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten,Dinas Perhubungan Dishub Kabupaten Dairi, PUTR Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup, serta TNI dan Polri masih terus berupaya membersihkan material longsor berupa batu, lumpur, dan pohon tumbang.
Kepala Dinas PUTR, Masaraya Berutu, yang berada di lokasi menyampaikan perkembangan terkini. “Kemarin kami sudah menangani hingga titik kelima. Hari ini, kami melanjutkan ke titik keenam dan ketujuh. Berdasarkan pemantauan drone, masih ada tiga titik longsor lagi yang harus kami bersihkan,” ujarnya.
Menurutnya, pembersihan diperkirakan rampung sore ini sekitar pukul 18.00 WIB, namun tim juga harus bersiap menangani banjir bandang yang terjadi di wilayah bawah. “Kondisinya sama-sama cukup rawan, sehingga kami harus bekerja ekstra,” tambahnya.
Tak hanya di Silahisabungan, bencana alam juga melanda Kecamatan Tanah Pinem. Kepala BPBD Kabupaten Dairi, Hotmaida Butarbutar, menyebut beberapa desa di wilayah itu terdampak banjir bandang dan kerusakan jalan yang parah. “Di Desa Pamah, terjadi banjir bandang. Sementara itu, di Desa Liang Kering, Launjuar 1, dan Launjuar 2, kondisi jalan sudah sangat rusak. Kemarin sudah kami tangani, tapi informasi terbaru yang kami terima, kerusakan kembali terjadi,” ungkap Hotnida.
BPBD bersama Dinas PUTR telah menurunkan alat berat untuk memperbaiki akses jalan, namun situasi masih cukup sulit. “Kami akan menginventarisasi dampak bencana, termasuk warga yang menjadi korban, agar bisa memberikan bantuan stimulan,” katanya.
Menghadapi musim hujan yang masih berlangsung, Hotnida mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalanan rawan longsor. “Kami harapkan warga tidak bepergian saat malam hari atau saat hujan deras, terutama di ruas jalan yang rawan bencana,”pesannya.
Sejauh ini, upaya penanganan terus dilakukan, namun potensi bencana masih tinggi mengingat intensitas hujan yang belum mereda. Tim gabungan terus bekerja maksimal agar akses ke Silahisabungan dan Tanah Pinem segera kembali normal. (Clara.s)


