26.4 C
Munich
Sabtu, Mei 30, 2026

Gurita Perjudian di Belawan: Menantang Wibawa Hukum di Tengah Kemiskinan Pesisir

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di balik deru mesin pelabuhan dan peluh para kuli panggul, sebuah fenomena gelap kian nyata menggerogoti sendi-sendi ekonomi masyarakat Medan Belawan. Praktik perjudian toto gelap (togel) dilaporkan kian masif, menciptakan lingkaran kemiskinan sistematis yang seolah tak berujung. Jumat (6/2/2026).

​Investigasi lapangan mengungkap bahwa aktivitas ini diduga berpusat pada sebuah titik koordinasi di Jalan Karo, Kelurahan Belawan I bermerek Bento, Di balik pintu-pintu tertutup tersebut, angka-angka keberuntungan palsu dikelola, sementara dampaknya nyata menghantam jalanan. Mulai dari penarik becak, supir angkot, hingga buruh pelabuhan dan nelayan, kini terjebak dalam delusi kemakmuran instan.

Tiga Kali Sehari
​Perjudian ini bukan lagi sekadar hiburan gelap, melainkan sudah menyerupai “candu medis”. Dengan tiga putaran utama dalam sehari Sidney (SDY), Singapore (SGP), dan Hongkong (HK) masyarakat seolah dipaksa mengonsumsi harapan palsu layaknya minum obat tiga kali sehari. Bukannya menyembuhkan ekonomi, dosis judi ini justru memperparah keterpurukan finansial warga pesisir.

​Ustadz Nabawi, tokoh masyarakat setempat, menyatakan keprihatinan mendalam saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. ​”Ini adalah penghisapan ekonomi yang nyata. Uang yang seharusnya untuk nafkah anak dan istri justru mengalir deras untuk memperkaya segelintir individu yang merasa di atas hukum,”ujarnya dengan nada bicara yang getir.

​Nama figur berinisial R mencuat sebagai sosok yang diduga kuat mengendalikan gurita bisnis ini. Kelincahannya dalam mengelola operasional di tengah pemukiman padat penduduk memicu tanda tanya besar di benak publik: Bagaimana mungkin praktik yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini seolah tak tersentuh oleh hukum?. ​Kondisi ini dipandang sebagai ujian integritas bagi komitmen penegakan hukum di wilayah tersebut. Padahal, instruksi Kapolri sudah sangat jelas: berantas segala bentuk perjudian, baik daring maupun konvensional, tanpa pandang bulu.

​Realita di Belawan menunjukkan adanya jurang yang lebar antara instruksi pusat dan eksekusi di lapangan. Masyarakat kini menaruh harapan besar pada aparat penegak hukum untuk melakukan langkah konkret: Menutup sarang penyetoran judi di Jl. Karo dan titik-titik krusial lainnya. Menangkap bandar dan koordinator lapangan yang selama ini dianggap “kebal hukum”. Membersihkan oknum-oknum yang diduga menjadi tameng pelindung di balik layar bisnis haram ini.

​Masyarakat Belawan mendambakan perubahan. Mereka butuh perlindungan, bukan pembiaran. Jika praktik ini terus dibiarkan mekar, masa depan ekonomi masyarakat pesisir akan semakin terpuruk dalam jurang kemiskinan permanen. (Liputan: Nelson Siregar)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article