Rabu, April 15, 2026

Imigrasi Belawan “Basuh Luka” Yatim Piatu Jelang Ramadan

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di sela keriuhan pelabuhan dan deru mesin cetak paspor, terselip sebuah fragmen kemanusiaan yang menghangatkan jiwa. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan membuktikan bahwa di balik seragam tegas penjaga kedaulatan, berdenyut nadi kepedulian yang luar biasa.

​Menyambut fajar suci Ramadan 1447 Hijriah, Imigrasi Belawan menggelar bakti sosial bertajuk “Membasuh Luka dengan Kasih”, dengan merangkul 100 anak yatim dalam dekapan santunan dan doa bersama pada Selasa (10/3/2026).

​Aula Kantor Imigrasi Belawan yang biasanya kaku dengan urusan administrasi, seketika berubah wujud. Suasana formal meluruh, digantikan oleh tawa riang dan binar mata anak-anak yatim. Berkolaborasi dengan komunitas Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah, acara ini menjadi oase di tengah gersangnya hiruk-pikuk perkotaan.

​Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan pesan yang mendalam. Baginya, Imigrasi bukan sekadar “penjaga pintu”, melainkan bagian tak terpisahkan dari napas masyarakat.

​”Kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran negara di relung hati masyarakat yang paling dalam. Kami ingin adik-adik ini tahu bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Masa depan yang gemilang adalah hak setiap anak bangsa yang berani bermimpi, dan kami di sini untuk mendukung mimpi itu,” ujar Eko Yudis dengan nada penuh haru.

​Bobot acara ini semakin solid dengan kehadiran para pilar penjaga kedaulatan di wilayah Belawan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa harmoni sosial adalah tanggung jawab kolektif.

​Tampak hadir memberikan dukungan moral: ​Perwakilan TNI AL, Polres Belawan, dan Koramil Medan Belawan. ​Pihak Pelabuhan dan Bea Cukai. Rutan Labuhan Deli dan Rudenim Medan.

​Wakapolres Belawan dan Ustadz Tengku Zakaria Yusuf (Pimpinan Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah) turut memberikan apresiasi tinggi. Mereka memuji konsistensi Imigrasi Belawan yang tak pernah putus menjalin tali asih dengan warga akar rumput.

​Acara ditutup dengan tiga momen sakral yang menyentuh sanubari: Tausiyah Singkat: Menjadi nutrisi batin untuk kesiapan mental memasuki gerbang Ramadan. ​Doa Bersama: Memohon keselamatan dan kejayaan bagi Ibu Pertiwi agar senantiasa dalam lindungan-Nya.​Makan Bersama: Sebuah simbol persaudaraan di mana sekat jabatan melebur dalam satu meja yang setara.

​Melalui inisiatif ini, Imigrasi Belawan mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa kemajuan sebuah institusi tidak hanya diukur dari digitalisasi sistem, melainkan dari sejauh mana mereka mampu menyentuh sisi paling humanis manusia. ​Semoga jejak kasih ini menjadi pemantik bagi lahirnya Belawan yang lebih sejahtera, harmonis, dan penuh keberkahan di bulan suci yang dinanti. (Liputan: Nelson Siregar/Humas Imigrasi Belawan)

Read more

Local News