dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Belawan | suaraburuhnasional.com – Di era keberlimpahan informasi yang kerap kali mengaburkan fakta, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan mengambil langkah visioner dengan mengintegrasikan kekuatan pers dan energi kritis mahasiswa. Sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa kebijakan negara tidak hanya sampai ke telinga publik, tetapi juga dipahami secara jernih dan akurat.
Pada Selasa (23/4), atmosfer di ruang kerja Kepala Kantor Imigrasi Belawan tampak berbeda. Kehadiran Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumatera Utara, Amrizal, bersama aliansi mahasiswa, menandai dimulainya babak baru dalam sinergi pelayanan publik yang berbasis pada edukasi dan transparansi.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni lintas instansi. Di dalamnya, terselip diskusi mendalam mengenai urgensi kode etik jurnalistik sebagai benteng terakhir profesionalisme. Mengingat peran media sebagai pilar keempat demokrasi, Imigrasi Belawan menyadari bahwa kolaborasi dengan insan pers adalah instrumen vital dalam menangkal narasi negatif yang tidak berimbang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menekankan bahwa institusi yang dipimpinnya tidak alergi terhadap kritik. Sebaliknya, ia memandang pengawasan publik sebagai kompas dalam meningkatkan kualitas layanan.
”Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk penghormatan kami terhadap hak publik. Sinergi ini adalah kunci untuk membangun kepercayaan (trust) yang kokoh melalui pemberitaan yang benar, berimbang, dan mengedukasi,”tegas Eko Yudis.
Keterlibatan mahasiswa dalam dialog ini memberikan warna tersendiri. Sebagai representasi kaum akademisi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penyambung lidah kebijakan keimigrasian kepada masyarakat luas dengan bahasa yang lebih organik dan mudah dicerna. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa setiap inovasi layanan keimigrasian dapat dirasakan manfaatnya tanpa distorsi informasi.
Amrizal (PWI Sumut) mengapresiasi langkah ini sebagai jawaban atas masifnya pertumbuhan media digital yang menuntut ketajaman verifikasi. Sinergi antara otoritas, praktisi media, dan akademisi dianggap sebagai formula ideal untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.
Kunjungan kerja yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB ini diakhiri dengan sebuah konsensus besar: Akuntabilitas adalah harga mati. Imigrasi Belawan berkomitmen untuk terus membuka diri, memperkuat publikasi kinerja, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir adalah manifestasi dari semangat “Imigrasi untuk Rakyat.”
Dengan kolaborasi tripartit ini Pemerintah, Pers, dan Akademisi masyarakat Belawan dan sekitarnya kini memiliki jaminan bahwa informasi yang mereka terima adalah informasi yang telah teruji secara kredibilitas dan memiliki bobot edukasi yang tinggi.
Kanal Informasi Resmi Kantor Imigrasi Belawan: Website: belawan.imigrasi.go.id, Instagram/TikTok: @imigrasi_belawan, X (Twitter): @imi_belawan, YouTube: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Berita ini disusun sebagai bentuk transparansi publik terhadap penguatan sinergi instansi pemerintah dengan elemen masyarakat. (Liputan: Nelson Siregar)

