Sabtu, April 25, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Polres Pelabuhan Belawan Lumpuhkan Transaksi Besar Narkotika di Labuhan Deli

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di bawah komitmen teguh untuk menjaga integritas sosial dan keselamatan generasi, Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Pelabuhan Belawan kembali mencatatkan pencapaian krusial. Sebuah operasi presisi yang digelar pada Senin (20/4) berhasil memutus jalur peredaran gelap narkotika di Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, dengan penyitaan barang bukti signifikan seberat 101 gram sabu.

​Langkah ini bukan sekadar penindakan hukum, melainkan sebuah respons strategis atas keresahan masyarakat yang mendambakan lingkungan hidup yang bersih dan bermartabat. ​Keberhasilan ini berakar dari sinergi intelijen yang matang. Berawal dari laporan masyarakat yang menjadi “mata dan telinga” kepolisian, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., merancang skema pengintaian mendalam (surveillance) guna memastikan akurasi penindakan di lapangan.

​”Kekuatan kami terletak pada dukungan masyarakat. Penangkapan ini adalah manifestasi dari kehadiran negara yang tidak memberikan ruang sedikit pun bagi mereka yang mencoba merusak tatanan sosial dengan narkotika,”tegas AKP A.R. Riza dalam pernyataan resminya.

​Dua tersangka, berinisial NF (25) dan S (44), warga asli Pematang Johar, diringkus saat sedang berada di titik nadir kejahatan mereka. Keduanya tertangkap tangan tengah menunggu calon pembeli di atas sepeda motor, sebuah taktik mobilitas yang akhirnya dipatahkan oleh kesigapan petugas.

​Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan aset-aset kejahatan berupa, 101 Gram Sabu (1 Ons) dalam kemasan besar. ​Dua unit perangkat komunikasi sebagai sarana orkestrasi transaksi. ​Satu unit sepeda motor dan sejumlah uang tunai.

​Melalui proses interogasi awal, kedua tersangka telah mengakui peran strategis mereka sebagai pengedar. Namun, kepolisian menegaskan bahwa keberhasilan ini hanyalah pintu masuk menuju target yang lebih besar. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pendalaman intensif untuk membedah anatomi jaringan yang lebih luas dan mengejar penyedia utama di balik layar.

​”Kami tidak berhenti pada angka satu ons. Fokus kami adalah membongkar ekosistem peredaran ini hingga ke akar-akarnya. Ini adalah perang terhadap zat yang merusak masa depan bangsa,” tambah AKP A.R. Riza dengan nada tegas.

​Operasi ini diharapkan memberikan efek jera yang masif sekaligus memulihkan optimisme publik. Dengan integritas yang tinggi, Polres Pelabuhan Belawan membuktikan bahwa profesionalisme dan kepedulian terhadap kemanusiaan adalah fondasi utama dalam menjaga keamanan wilayah hukum mereka.

​Masyarakat kini dapat bernapas lebih lega, sembari terus bahu-membahu bersama kepolisian dalam mewujudkan wilayah yang sepenuhnya Zero Narcotics. (Liputan: Nelson Siregar/Hms)

Read more

Local News