dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />
Tanjungbalai | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Kota Tanjungbalai membuka peluang kolaborasi dengan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dalam mendorong percepatan digitalisasi manajemen pendidikan di sekolah khususnya tingkat SMP yang ada di Kota Tanjungbalai.
Tawaran kolaborasi platform digital pendidikan disampaikan pihak Telkomsel saat melakukan audiensi bersama Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel Region Rantau Prapat Albeno Saleh Ahmad, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung sektor pendidikan melalui layanan digital yang inklusif.
Ia menjelaskan, Telkomsel ingin menghadirkan kesetaraan akses digital bagi seluruh sekolah, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran. Komitmen ini merupakan tujuan Telkomsel dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan dengan menjalin sinergi dan komunikasi konstruktif, jelasnya.
“Kami ingin memberikan gambaran bahwa Telkomsel juga fokus pada dunia pendidikan, selaras dengan upaya Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mendorong digitalisasi sekolah. Tujuannya adalah agar semua sekolah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan digital,”ujarnya.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah platform School ID, layanan digital gratis yang dapat dimanfaatkan oleh tiga sasaran utama, yakni siswa, pihak sekolah, dan orang tua murid.School ID ini bisa digunakan secara gratis oleh sekolah dan diharapkan dapat membantu pengelolaan pendidikan yang lebih terintegrasi yang nantinya dapat mengasah kemampuan Soft skill dan hard skillnya dalam pengenalan dunia digitalisasi,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, menyambut positif inisiatif Telkomsel, namun menekankan pentingnya keselarasan dengan sistem dan kebijakan digital yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Tanjungbalai.
“Saya setuju aja, tapi harus dibicarakan dulu secara teknis, dimulai dari sekolah mana. Kami siapkan tempatnya, Telkomsel masuk dengan perangkatnya. Jadi kita bangun bersama ruang-ruang digital di beberapa sekolah,”ujarnya. (Indah)


