19 C
Munich
Sabtu, Juni 20, 2026

​Komitmen Universitas Battuta Melahirkan Riset Hukum yang Solutif dan Berdampak bagi Masyarakat

Must read

 

​Medan | suaraburuhnasional.com – Jajaran akademisi dan mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Battuta menorehkan langkah penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Melalui pelaksanaan Seminar Proposal (Sempro) yang digelar pada Kamis (18/6/2026), universitas ini kembali menguji ketajaman berpikir dan kesiapan metodologis para calon sarjana hukum sebelum mereka terjun melakukan riset empiris di tengah masyarakat.

​Bukan sekadar formalitas akademik, momentum ini menjadi ujian krusial bagi mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 untuk mempertahankan orisinalitas ide, validitas isu hukum, serta relevansi penelitian yang mereka gagas.

​Dekan Program Studi Hukum Universitas Battuta, Junaidi Lubis, S.H., M.H., menegaskan bahwa tahapan ini merupakan barometer penting untuk menakar sejauh mana mahasiswa mampu membedah problematika hukum secara objektif dan ilmiah.

​”Secara spesifik, tahapan ini berfungsi sebagai forum dialektika ilmiah. Ini adalah ruang penyempurnaan riset, di mana mahasiswa diuji sekaligus menerima masukan konstruktif, kritik komprehensif, dan saran perbaikan dari dosen pembimbing maupun tim penguji,” ujar Junaidi Lubis di sela-sela kegiatan.

​Lebih lanjut, Junaidi menjelaskan bahwa Seminar Proposal bertindak sebagai instrumen preventif yang sangat vital. Melalui evaluasi mendalam, dosen penguji dapat mendeteksi dini dan mencegah terjadinya bias penelitian. Jika arah kajian mahasiswa dinilai terlalu luas atau melenceng dari esensi rumusan masalah, forum inilah yang mengembalikan mereka pada koridor ilmiah yang tepat.

​Sebagai bagian dari tradisi akademik yang ketat, Seminar Proposal di Universitas Battuta wajib memenuhi sejumlah instrumen standardisasi, antara lain:
​Proposal penelitian wajib mendapatkan persetujuan tertulis (acc) dari dosen pembimbing. ​Mahasiswa telah menuntaskan beban SKS yang disyaratkan dan terdaftar aktif pada mata kuliah Sempro/Skripsi. Ujian dilaksanakan secara terbuka di hadapan tim penilai dan dihadiri oleh minimal 5 hingga 10 mahasiswa sejawat sebagai audiens aktif.

​Di akhir keterangannya, Dekan Universitas Battuta ini menitipkan pesan filosofis yang mendalam bagi para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa gelar sarjana hukum membawa tanggung jawab moral yang besar di tengah-tengah masyarakat.

​“Kami berharap ilmu pengetahuan yang dipertahankan dalam seminar ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjadi bekal moral yang berharga. Apa yang didapatkan di bangku kuliah harus dapat dipertanggungjawabkan secara norma, etika akademik, dan nilai kemanusiaan.
Target besarnya, lulusan Universitas Battuta harus mampu menjadi pionir yang membantu masyarakat dalam mencari keadilan di republik ini,” pungkas Junaidi Lubis dengan tegas.

​Pada gelombang kali ini, terdapat 6 (enam) insan akademis terbaik dari angkatan 2021 dan 2022 yang sukses meyakinkan dewan penguji dan dinyatakan layak untuk melanjutkan riset ke tahap penulisan skripsi: ​Ayu Aditya (NIM 210722029), Abdul Halil (NIM 210722073), ​Hary Gunawan Nasution (NIM 210722008), Aries Hendra Hutagalung (NIM 210722074), ​Geby Y P Panggabean (NIM 210722052), Despri Perangin-angin (NIM 210721065).

​Keberhasilan promosi akademik ini diharapkan tidak hanya menjadi jembatan kelulusan bagi mereka, tetapi juga menjadi stimulan positif bagi seluruh civitas akademika Universitas Battuta untuk terus memproduksi karya ilmiah yang bermutu tinggi. (Liputan : Nelson Siregar/AH)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article