Belawan | suaraburuhnasional.com – Menanggapi isu tersendatnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai memicu kecemasan publik, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan bergerak taktis. Langkah preventif berskala intensif langsung digelar guna memitigasi risiko gesekan sosial dan menjaga urat nadi perekonomian di kawasan pesisir Sumatera Utara tetap stabil.
Dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, Kompol Janpiter Napitupulu, S.H., M.H., korps Bhayangkara melakukan inspeksi mendadak (sidak) maraton ke enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis pada Rabu (15/7/2026).
Aksi respons cepat ini merupakan pengejawantahan nyata dari UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri. Di tengah potensi kelangkaan, negara hadir secara fisik untuk memberikan rasa aman, kepastian hukum, dan kenyamanan bagi masyarakat.
Didampingi Kasubag Kerma Iptu Jamalus, Kompol Janpiter langsung melakukan konfirmasi silang (cross-check) dan menuntut transparansi tata kelola dari para manajer SPBU terkait ketahanan stok (stock endurance) harian mereka.
”Kami bergerak cepat untuk menghentikan spekulasi liar di tengah masyarakat agar tidak menggelinding menjadi gangguan Kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan adalah jaminan bahwa hak masyarakat mendapatkan BBM tetap terpenuhi secara adil, tertib, dan tanpa antrean yang merugikan produktivitas warga,” tegas Kompol Janpiter di hadapan awak media.
Mantan atlet taekwondo nasional yang dikenal tegas namun humanis ini juga memberikan peringatan keras kepada pihak manajemen SPBU agar tidak mempermainkan keran distribusi atau melayani praktik pelansir BBM ilegal.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari panic buying yang justru memicu kelangkaan artifisial. Kepada pengelola SPBU, jalankan Standard Operating Procedure (SOP) dengan ketat. Jangan ada diskriminasi pelayanan yang bisa memicu riak di lapangan,” tambahnya.
Peta Mitigasi Operasional di 6 Objek Vital SPBU
Sidak dan penempatan personel difokuskan pada tiga kecamatan krusial yang menjadi sentral mobilitas logistik dan pemukiman warga: Kecamatan Medan Belawan (2 SPBU): Fokus pada pengamanan jalur logistik pelabuhan internasional dan pasokan bahan bakar nelayan. Kecamatan Medan Labuhan (3 SPBU): Fokus pada titik urat nadi Lintas Sumatera dan kawasan padat penduduk.Kecamatan Medan Deli (1 SPBU): Fokus pada kawasan industri dan mobilitas angkutan berat.
Kondisi Terkini di Lapangan
Hingga berita ini diturunkan, kendati sempat terjadi lonjakan volume kendaraan di beberapa titik pengisian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan dilaporkan sepenuhnya kondusif. Arus lalu lintas di sekitar objek vital pengisian bahan bakar tetap mengalir normal di bawah pengawasan ketat dan humanis dari aparat kepolisian. (Editor : Nelson Siregar/AH)


