Sabtu, Mei 9, 2026
[tds_menu_login inline="yes" guest_tdicon="td-icon-profile" logout_tdicon="td-icon-log-out" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tbGVmdCI6IjIwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdF9tYXhfd2lkdGgiOjEwMTgsInBvcnRyYWl0X21pbl93aWR0aCI6NzY4fQ==" icon_color="#ffffff" icon_color_h="var(--tt-accent-color)" toggle_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" f_toggle_font_family="tt-extra_global" f_toggle_font_weight="600" show_menu="yes" f_btn2_font_family="tt-extra_global" show_version="" show_avatar="" menu_offset_top="eyJhbGwiOiIxMCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTEifQ==" menu_horiz_align="content-horiz-right" menu_gh_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_family="tt-extra_global" f_gh_font_family="tt-primary-font_global" f_uf_font_family="tt-extra_global" f_links_font_family="tt-extra_global" f_uh_font_family="tt-primary-font_global" menu_uh_color="var(--tt-primary-color)" menu_uf_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_link_color_h="var(--tt-accent-color)" f_uh_font_weight="600" f_links_font_weight="600" f_uf_font_weight="600" f_uh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_uh_font_line_height="1.2" f_links_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_uf_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_size="eyJhbGwiOiIxNCIsInBvcnRyYWl0IjoiMTMifQ==" f_gh_font_line_height="1.2" f_btn1_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_btn2_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_gh_font_weight="600" f_btn1_font_weight="600" f_btn2_font_weight="600" toggle_txt_color="#ffffff" menu_bg="#ffffff" menu_uf_txt_color="var(--tt-primary-color)" menu_ul_sep_color="var(--tt-accent-color)" menu_uf_txt_color_h="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_color="#ffffff" menu_gc_btn1_color_h="#ffffff" menu_gc_btn1_bg_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn1_bg_color_h="var(--tt-hover)" menu_gc_btn2_color="var(--tt-accent-color)" menu_gc_btn2_color_h="var(--tt-hover)" ia_space="10" toggle_horiz_align="content-horiz-left" menu_offset_horiz="6" menu_shadow_shadow_size="16" menu_uh_border_color="var(--tt-primary-color)" menu_gh_border_color="var(--tt-primary-color)" f_btn1_font_line_height="1.2" f_btn2_font_line_height="1.2" f_uf_font_line_height="1.2" f_links_font_line_height="1.2" menu_ul_space="10" icon_size="eyJhbGwiOjI0LCJwb3J0cmFpdCI6IjIyIn0=" avatar_size="eyJwb3J0cmFpdCI6IjIzIn0=" f_toggle_font_size="eyJhbGwiOiIxMyIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==" f_toggle_font_line_height="1.2" menu_shadow_shadow_offset_vertical="4" menu_shadow_shadow_color="rgba(0,0,0,0.15)"]

Yudha Bakti Kodaeral I: Menumpas Akar Narkotika di Pesisir Belawan

Share

- Advertisement -

 


dLXHLU54O2876Ijyf22opx1wE4BqkuMICmXEo/s320/SAVE_20250715_152536.jpg" width="255" />

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di bawah langit Medan Belawan, sebuah genderang perang terhadap perusak moral bangsa kembali ditabuh. Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) membuktikan bahwa kedaulatan wilayah tidak hanya dijaga dari ancaman asing, tetapi juga dari ancaman laten narkotika yang menggerogoti sendi-sendi masyarakat pesisir.

​Pada Jumat siang (8/5/2026), personel Polisi Militer (Pom) Kodaeral I melaksanakan operasi senyap yang presisi di Lorong II Veteran, Kelurahan Bagan Deli. Hasilnya, sebuah benteng aktivitas gelap berhasil diruntuhkan.

​Benteng Kriminal yang Terorganisir

​Bukan sekadar gubuk biasa, lokasi yang digerebek petugas merupakan sebuah simpul peredaran yang cukup canggih. Kehadiran teknologi CCTV dan alat komunikasi Handy Talky (HT) di lokasi menunjukkan bahwa para pelaku menjalankan praktik ini secara terorganisir dan sangat waspada terhadap kehadiran aparat.

​Dalam operasi ini, tujuh pria diamankan. Berdasarkan catatan pendalaman, mereka bukan sekadar pemakai, melainkan residivis lintas kasus yang telah terjerembab dalam lingkaran hitam narkotika selama lebih dari lima tahun.

​Keberhasilan operasi ini juga ditandai dengan penyitaan berbagai instrumen kejahatan yang memperkuat dugaan adanya praktik distribusi berskala lokal:​Timbangan digital presisi dan perangkat komunikasi. ​Perangkat pengawas (CCTV) dan alat hisap sabu (bong). ​Senjata tajam yang diduga digunakan untuk melindungi aktivitas ilegal tersebut. ​Uang tunai hasil transaksi yang kini menjadi objek pemeriksaan aliran dana.

​Penyelidikan kini mengarah tajam pada aktor intelektual di balik “sarang” tersebut. Nama berinisial Agem, yang diduga sebagai pemilik lokasi, kini masuk dalam radar pencarian intensif.

Kodaeral I tidak bekerja sendiri; kolaborasi strategis segera dilakukan dengan Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan untuk memastikan proses hukum berjalan tegak dan tuntas.

​”Keamanan wilayah maritim bukan hanya soal garis pantai, tapi tentang keselamatan raga dan jiwa manusia di dalamnya. Kodaeral I berkomitmen menjadi perisai yang bersih dari narkoba.”

​Langkah tegas Kodaeral I ini mengirimkan pesan yang jernih kepada publik: bahwa sinergi antara TNI AL dan kepolisian adalah kekuatan yang tidak bisa ditawar dalam menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Utara. Masyarakat kini menaruh harapan besar agar operasi seperti ini menjadi pemantik bagi pulihnya wilayah Belawan yang bersih, aman, dan bermartabat.

​Saat ini, ketujuh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mako Pom Kodaeral I sebelum dilimpahkan ke otoritas sipil sesuai dengan hukum yang berlaku. (Liputan : Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)

Read more

Local News