28.8 C
Munich
Selasa, Mei 26, 2026

Strategi Hijau Kodaeral I Menyulap Lahan Jadi Lumbung Pangan

Must read

 

​Belawan | suaraburuhnasional.com – Di tengah tantangan geopolitik dan fluktuasi ekonomi global yang berimbas pada sektor pangan, Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) mengambil langkah taktis yang progresif. Dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., institusi militer ini berhasil mentransformasi Komplek TNI AL Barakuda, Belawan, Sumatera Utara, menjadi sebuah kawasan ketahanan pangan terpadu yang modern dan berkelanjutan pada Selasa (26/5/2026).

​Aksi nyata ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan sebuah manifestasi dari doktrin militer modern: bahwa kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya dijaga melalui kekuatan senjata, melainkan juga melalui kedaulatan pangan yang kokoh dari akar rumput.

​Bergerak di atas keterbatasan lahan pesisir Belawan, Kodaeral I menerapkan pendekatan agrikultur yang cerdas dan adaptif melalui sistem aquaponik serta pemanfaatan lahan tidur. Langkah ini dirancang untuk menciptakan ekosistem hijau yang mandiri (self-sustaining ecosystem).

​Dalam aksi serentak tersebut, tanah-tanah produktif Barakuda mulai diisi dengan komoditas bernilai tinggi: ​600 bibit timun kenas berbasis aquaponik, memanfaatkan efisiensi nutrisi air. ​600 bibit semangka dan 600 bibit labu yang diproyeksikan sebagai komoditas penyangga. ​Ratusan bibit hortikultura harian seperti cabai, terong, dan tomat guna menjaga stabilitas kebutuhan dapur prajurit dan warga sekitar.

​Tidak hanya fokus pada hasil instan, Laksamana Muda TNI Deny Septiana juga menanam 70 batang kelapa pandan. Varietas premium ini sengaja dipilih karena nilai ekonomisnya yang tinggi serta kemampuannya mengikat air tanah, menjadikannya investasi jangka panjang untuk kelestarian lingkungan pesisir.

​Selain sektor agronomi, kekuatan ketahanan pangan Kodaeral I bertumpu pada sektor akuakultur (perikanan darat). Langkah strategis ditandai dengan penebaran 30.000 benih ikan patin ke kolam-kolam retensi. Penebaran benih dalam skala masif ini disiapkan sebagai pasokan protein berkelanjutan untuk beberapa bulan ke depan.

​Keberhasilan tata kelola perikanan ini langsung teruji secara nyata di hari yang sama melalui panen raya ikan nila seberat 150 kilogram. Keberhasilan panen dengan volume yang signifikan ini membuktikan bahwa manajemen operasional kolam ketahanan pangan Kodaeral I dikelola secara profesional, konsisten, dan berbasis pada metode pembudidayaan yang tepat.

​Guna mempertegas harmoni antara manusia dan alam, kegiatan ini disempurnakan dengan pelepasan burung merpati secara simbolis di area Ster Aviari. Sebuah pesan visual yang kuat tentang harapan, keseimbangan ekosistem, dan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kelestarian bumi pertiwi.

​Di hadapan seluruh personel dan tamu undangan, Dankodaeral I menyampaikan orasi yang penuh dengan motivasi dan visi masa depan. Beliau menekankan bahwa ruang dan waktu harus dikonversi menjadi produktivitas yang berdampak langsung bagi kesejahteraan bersama.

​”Setiap jengkal tanah dan setiap detik waktu yang kita miliki adalah potensi. Kodaeral I harus mampu menjadi pelopor yang adaptif, memberikan contoh nyata bagaimana kemandirian pangan bisa dibangun dari lingkungan terkecil. Jika militer mampu mengelola ini dengan mandiri, kami berharap ini menjadi stimulus bagi masyarakat luas untuk melakukan hal yang sama,”ujar Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P.

​Melalui inisiatif yang elegan dan terukur ini, Kodaeral I sukses mengirimkan pesan optimisme dari pesisir Belawan ke seluruh penjuru negeri. Institusi militer kini tampil dalam wajah yang humanis: bukan hanya sebagai garda pertahanan, melainkan sebagai motor penggerak kesejahteraan ekonomi hijau yang menginspirasi khalayak luas. (Liputan: Nelson Siregar / Dispen Kodaeral I)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article