Medan | suaraburuhnasional.com – Di tengah tuntutan zaman yang menuntut kecepatan, birokrasi sering kali dituding sebagai labirin yang membingungkan. Namun, stigma tersebut runtuh seketika di Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Pada Selasa (18/6/2026), sebuah langkah progresif bertajuk Eazy Paspor dihadirkan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan sebuah manifestasi nyata dari pelayanan publik yang tidak lagi menunggu, melainkan menjemput bola.
Sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, aula kampus yang biasanya riuh oleh diskursus hukum, berubah menjadi episentrum pelayanan yang taktis dan humanis. Efisiensi ini disambut dengan antusiasme tinggi; sebanyak 65 permohonan paspor berhasil dirampungkan, mencakup 52 permohonan paspor baru dan 13 permohonan penggantian. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan sebuah penanda dari besarnya kerinduan masyarakat akan aksesibilitas layanan yang tanpa sekat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan bahwa Eazy Paspor adalah jawaban atas dinamika mobilitas masyarakat modern yang kian tinggi. Program ini memangkas jarak fisik dan hambatan waktu, membawa otoritas keimigrasian langsung ke ruang komunal warga.
“Kami melangkah keluar dari zona nyaman di balik meja kantor untuk hadir langsung di episentrum aktivitas masyarakat. Melalui Eazy Paspor, kami menawarkan sebuah solusi: pengurusan dokumen perjalanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terintegrasi dengan kenyamanan aktivitas harian para pemohon,” ujar Eko dengan lugas.
Lebih dari sekadar kemudahan administratif, Eko menekankan bahwa langkah ini merupakan ektensi dari visi besar yang dicanangkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko. “Sinergi ini tegak lurus dengan arahan Bapak Dirjen dalam membumikan semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara melalui institusi imigrasi tidak dirasakan sebagai batas yang kaku, melainkan sebagai mitra yang memberikan kemaslahatan nyata bagi setiap lapisan masyarakat,” tambahnya.
Dampak positif dari transformasi pelayanan ini mendapat ruang apresiasi yang luas di mata dunia akademik. Dekan Fakultas Hukum UMSU, Assoc. Prof. Dr. Faizal, SH., M.Hum, memuji profesionalisme serta integritas tinggi yang ditunjukkan oleh tim taktis Imigrasi Belawan. Bagi institusi pendidikan, kehadiran layanan ini adalah contoh hidup dari tata kelola publik yang ideal (excellent governance).
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Kantor Imigrasi Belawan. Kolaborasi ini adalah bentuk pelayanan prima yang secara konkret memotong jalur birokrasi, sekaligus memberi edukasi langsung kepada civitas akademika mengenai esensi dari pelayanan masyarakat yang berorientasi pada solusi,” kata Dr. Faizal.
Ia juga memandang bahwa kolaborasi ini harus menjadi cetak biru (blueprint) bagi pola kemitraan di masa depan. “Besar harapan kami agar jembatan kemitraan strategis ini terus dirawat dan diperluas. Ini adalah investasi sosial yang penting demi mendorong kemudahan dan kesejahteraan pelayanan publik, tidak hanya di Kota Medan, tetapi juga untuk lanskap Sumatera Utara secara makro,” pungkasnya.
Keberhasilan agenda di UMSU ini melahirkan sebuah pesan penting: bahwa fungsi penegakan kedaulatan negara dan fungsi pelayanan publik dapat berjalan beriringan dalam satu harmoni yang indah.
Melalui Eazy Paspor, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan tidak hanya berhasil menerbitkan puluhan dokumen perjalanan dalam hitungan jam, tetapi juga sukses mengukir citra baru institusi keimigrasian yang modern, inklusif, dan senantiasa bergerak lincah menjawab ekspektasi zaman. (Liputan: Nelson Siregar/Hms)


