Belawan | suaraburuhnasional.com – Di balik ketegasan seragam dan dedikasi menjaga keamanan, ada denyut nadi kemanusiaan yang terus berdetak di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Menyambut momentum sakral Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan memilih menanggalkan sekat birokrasi, turun langsung ke garis masyarakat untuk memeluk hangat keluarga besar Polri dan warga yang membutuhkan melalui aksi anjangsana dan penyaluran bantuan sosial pada Kamis (18/6/2026).
Agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi nyata bahwa ruh kepolisian sejati melekat pada kedekatan hati dengan rakyat. Langkah humanis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., C.P.H.R., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan Belawan, Ny. Heni Rosef Efendi.
Rombongan menyusuri sudut-sudut wilayah untuk mengetuk pintu kediaman para Warakawuri salah satunya istri almarhum Bripka Jormal Ambarita sebagai bentuk penghormatan luhur atas dedikasi yang pernah ditorehkan bagi institusi. Suasana haru menyeruak saat Kapolres menyambangi Aiptu N. Sitorus, seorang personel tangguh yang kini tengah diuji oleh sakit menahun. Kehadiran pimpinan di ruang tengah rumahnya menjadi obat moril yang tak ternilai harganya.
Tak berhenti di situ, pancaran kebahagiaan menyelimuti wajah anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Baitul Ummah Wal Amal, Kelurahan Titipapan, saat rombongan hadir membawa tali asih dan paket sembako, memotong jarak antara aparat dan generasi masa depan. Kebajikan yang sama juga didelegasikan di sudut wilayah lain. Dipimpin oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Dedy Dharma, S.H., bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang, tim kedua bergerak tak kalah cepat.
Mereka mengunjungi kediaman Aiptu Muhtar yang juga sedang berjuang melawan sakit menahun, memberikan dukungan moral di rumah Warakawuri Aiptu Maryaji, serta berbagi tawa bersama anak-anak di Panti Asuhan Bakti Luhur. Gerakan paralel ini menegaskan bahwa kepedulian di Polres Pelabuhan Belawan telah menjadi sebuah sistem yang terlembagakan.
Kapolres Belawan:
“Polri adalah Sahabat dalam Segala Garis Waktu”
Di sela-sela kegiatan, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, menyampaikan refleksi mendalam mengenai esensi Hari Bhayangkara. Menurutnya, usia ke-80 adalah momentum untuk kembali ke khittah pengabdian: bahwa polisi adalah pelindung yang paling dekat.
”Melalui anjangsana ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun keluarga besar Polri maupun masyarakat yang merasa berjalan sendiri dalam takdir sulitnya. Kami hadir membawa dukungan moril bagi personel yang sedang sakit, serta memeluk anak-anak kita di panti asuhan. Ini adalah wujud dari satu rasa dan satu ikatan batin,” ungkap AKBP Rosef Efendi dengan nada penuh ketulusan.
Beliau juga menegaskan bahwa wajah Polri masa kini adalah wajah yang inklusif dan humanis. Menjaga ketertiban adalah kewajiban, namun merawat kemanusiaan adalah sebuah kemuliaan. ”Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban dan memantik senyum optimisme bagi para penerima. Semoga silaturahmi ini semakin memperkokoh jembatan hati antara Polri, keluarga besar institusi, dan masyarakat luas,” tambahnya.
Menutup rangkaian aksi sosial yang sarat makna ini, perwira menengah berpangkat melati dua tersebut berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bahan bakar bagi seluruh personel untuk bertransformasi menjadi pelayan publik yang jauh lebih empati, profesional, dan dicintai.
”Harapan besar kami, api kebersamaan ini tidak boleh padam. Polres Pelabuhan Belawan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat; bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan sebagai sahabat sejati yang peka dan siap mengulurkan tangan di setiap situasi,” pungkasnya menutup perbincangan. (Liputan : Nelson Siregar/Humas)


