Belawan | suaraburuhnasional.com – Kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya dijaga dengan kesiapan senjata di garis depan, melainkan juga melalui tegaknya mata uang di setiap jengkal tanah air. Komitmen inilah yang baru saja dibuktikan oleh KRI Tuna-876. Kapal perang tangguh dari jajaran Satuan Patroli Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) ini sukses menuntaskan misi suci: Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia Tahun 2026 di wilayah Provinsi Aceh, Rabu (24/6/2026).
Misi ini bukan sekadar pelayaran biasa. Ia adalah urat nadi kehidupan bagi masyarakat di kawasan Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) ujung barat Indonesia, memastikan setiap lembar uang yang berputar di sana adalah Rupiah yang layak, bersih, dan berwibawa.
Langkah awal misi besar ini ditandai dengan upacara pelepasan khidmat yang merekatkan visi dua lembaga tinggi negara. Hadir dalam momentum penting tersebut para pejabat teras Bank Indonesia, komando tinggi TNI Angkatan Laut, serta tokoh-tokoh kunci, termasuk Hertha Bastiawan, Ben Okta Tutuarima, dan Komandan KRI Tuna-876, Mayor Laut (P) Rahadian Nur Bramantyo.
Kehadiran mereka memancarkan satu pesan kuat: negara tidak pernah main-main dalam menjaga kedaulatan moneter di tanah Serambi Mekah. Mengarungi 695 Mil Laut Demi Rp5 Miliar yang Berharga
KRI Tuna-876 membelah ombak Samudra Hindia, menantang cuaca, dan menempuh jarak sejauh 695 mil laut (Nautical Miles). Rute yang dilewati merupakan sabuk pengaman nusantara: dari Sabang menuju Simeulue, singgah di eksotisme Pulau Banyak, lalu bergerak ke Pulau Nasi dan Pulau Breueh, sebelum akhirnya kembali ke Sabang.
Di dalam lambung kapal besi ini, tersimpan modal kerja penukaran sebesar Rp5 miliar. Uang-uang baru ini dibawa untuk menggantikan lembaran-lembaran lusuh di tangan para nelayan, pedagang, dan anak-anak pulau yang selama ini keterbatasan akses ke perbankan daratan.
Kehadiran KRI Tuna-876 di setiap dermaga selalu disambut senyum hangat warga. Di balik pengamanan ketat layanan kas keliling, misi ini menebar dampak sosial yang mendalam melalui berbagai program:
Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah: Menanamkan kesadaran bahwa selembar Rupiah adalah simbol kehormatan bangsa, sejajar dengan bendera Merah Putih.
Melalui aksi bakti sosial, olahraga bersama pemuda setempat, hingga jamuan kelembagaan yang mencairkan sekat antara aparat, bank sentral, dan rakyat jelata. ”Rupiah yang berdaulat di pulau terluar adalah bukti otentik bahwa negara hadir memeluk rakyatnya, tak peduli seberapa jauh mereka dari ibu kota.”
Ketika KRI Tuna-876 akhirnya kembali bersandar dengan aman dan lancar, misi ini tidak hanya meninggalkan kantong-kantong uang yang terisi kembali, tetapi juga menyalakan api nasionalisme yang semakin menyala di beranda depan Indonesia. (Liputan: Nelson Siregar/Dispen Kodaeral I)


