Medan | suaraburuhnasionalcom – Sektor kelautan dan perikanan Sumatera Utara kini resmi memiliki nakhoda baru. Dilantiknya Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi., M.Si. sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut memantik harapan baru di tengah bayang-bayang lambatnya realisasi program kesejahteraan bagi ribuan nelayan tradisional di wilayah ini.
Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD HNSI) Sumut menilai, suksesi kepemimpinan ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni birokrasi, melainkan harus menjadi momentum titik balik (katalisator) perubahan konkret di wilayah pesisir.
Komitmen dan tantangan tersebut ditegaskan oleh Ketua DPD HNSI Sumut, Zulfahri Siagian, S.E., saat ditemui di Belawan, Medan, Rabu (15/7/2026).
Zulfahri menggarisbawahi adanya kesenjangan (disparitas) yang cukup lebar antara potensi maritim Sumut yang melimpah dengan lambatnya penyerapan program-program unggulan dari pemerintah pusat. Menurutnya, latar belakang keilmuan Sabar Jaya di bidang perikanan seharusnya menjadi modal utama untuk langsung bekerja tanpa perlu membuang waktu untuk adaptasi.
”Sumut tidak boleh lagi tertinggal. Kita memiliki garis pantai yang strategis, namun berbagai program strategis pusat sering kali berjalan lambat di daerah. Kadis yang baru harus langsung ‘berlari’ mengejar ketertinggalan ini,” ujar Zulfahri dengan nada optimis namun sarat penekanan.
Salah satu potret nyata yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar DKP Sumut adalah percepatan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program prioritas besutan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang untuk merestorasi wajah pesisir kumuh menjadi kawasan ekonomi mandiri yang modern, tertata, dan higienis.
Dari target ambisius 5.000 titik KNMP di seluruh Indonesia, Sumatera Utara baru berhasil merealisasikan pembangunan di empat titik krusial: Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat
Zulfahri mengingatkan bahwa KNMP bukan sekadar proyek pengecatan dinding atau estetika visual semata. ”Ini adalah pembangunan ekosistem hulu-ke-hilir yang terintegrasi. Di sana dibangun infrastruktur vital: mulai dari dermaga yang layak, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang bersih, pabrik es, fasilitas penyimpanan beku (cold storage), hingga sentra kuliner. Jika ini dikelola dengan baik, kesejahteraan nelayan otomatis akan melompat naik,” jelasnya.
Atas nama DPD HNSI Sumut, Zulfahri menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Sabar Jaya Telaumbanua. Ia menegaskan bahwa HNSI tidak akan menempatkan diri sebagai pengamat pasif, melainkan siap turun ke lapangan sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program tepat sasaran.
”Program dari KKP ini sangat revolusioner jika dieksekusi dengan tepat. Kami di HNSI Sumut siap melipatgandakan energi untuk berkolaborasi dengan DKP Sumut, agar titik-titik KNMP baru bisa segera hadir di kabupaten pesisir lainnya,” pungkas Zulfahri.
Kini, publik dan masyarakat pesisir Sumatera Utara menanti gebrakan nyata dari Sabar Jaya untuk membawa sektor maritim Sumut keluar dari zona nyaman menuju era baru yang lebih sejahtera. (Liputan: Nelson Siregar/AY)


