Bagan Kuala | suaraburuhnasional.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bagan Kuala bekerja sama dengan puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) serta unsur pemuda desa menggelar kegiatan Doa, Zikir, dan Tabligh Akbar, Sabtu malam (6/10/2024). Acara ini digelar pasca terjadinya banjir rob dan gelombang besar yang melanda desa beberapa waktu lalu, sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H.
Kegiatan keagamaan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas keselamatan warga dan sebagai ajang introspeksi diri setelah musibah. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan tarian saman dan lantunan sholawat dari anak-anak generasi muda Desa Bagan Kuala, menambah kesyahduan suasana.
Kepala Desa Bagan Kuala, Sapril, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas perlindungan-Nya, meskipun desa mereka sempat dilanda bencana. “Mari kita jadikan zikir, doa, dan tabligh akbar malam ini sebagai momentum untuk bermuhasabah diri. Semoga kita semua diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah yang terjadi beberapa waktu lalu,” ucapnya.
Sapril juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya memperbaiki kondisi desa, termasuk pengerukan pasir yang menumpuk di daratan akibat bencana. “Kami sedang bekerja keras untuk memulihkan desa, salah satunya dengan pengerukan pasir pantai,” tambahnya.
Ia juga meminta warga desa untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dengan adanya mahasiswa KKN dari UMSU dan Universitas Sumatera Utara (USU) yang sedang bertugas. “Saya harap kita semua bisa menjaga suasana kondusif dan keamanan mereka sebagai tamu di desa kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KKNT UMSU, Chairunisa, menyampaikan apresiasinya kepada Pemdes Bagan Kuala atas dukungan penuh yang diberikan kepada mahasiswa KKN. Menurutnya, kerja sama ini sangat membantu kelancaran program yang mereka jalankan, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan Doa, Zikir, dan Tabligh Akbar. “Saya berharap generasi muda Desa Bagan Kuala dapat terus mengembangkan kegiatan positif seperti ini. Mereka adalah aset penting bagi masa depan desa,” ujar Chairunisa.
Acara tersebut ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Mhd. Ridwan Ismail, S.Fil, yang mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup. Ia juga menekankan pentingnya sabar dan sholat dalam menghadapi ujian hidup, sebagaimana diajarkan dalam Al-Quran. “Orang yang paling mulia di antara kita adalah mereka yang bertakwa,” ujar Ustadz Ridwan.
Ia juga mengingatkan para generasi muda untuk senantiasa menghormati orang tua dan berpesan kepada para orang tua agar mendidik anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, karena ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya.
Kegiatan ini menjadi penutup yang penuh makna, memberikan pesan moral dan spiritual bagi seluruh warga yang hadir, sekaligus menjadi momentum kebangkitan bersama setelah musibah banjir rob yang melanda Desa Bagan Kuala. (Herry/Yusri)


